Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Korban Penculikan di Depok Ingin Pindah Sekolah

Senin, 15 Oktober 2012, 12:49 WIB
Komentar : 0
focus-global.co.cc
Penculikan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- SA, korban penculikan dan pemerkosaan oleh teman Facebook-nya sampai Senin (15/10) ini belum kembali bersekolah. Setelah hampir dua pekan SAS merasa dipermalukan di sekolahnya, ia belum berniat untuk kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dan mengaku ingin pindah sekolah.

Menurut ibunda korban, Rauden Gultom, SAS memang tidak ingin kembali masuk sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Budi Utomo di Sukmajaya, Depok. Pasalnya ia sudah merasa malu dan trauma atas kejadian yang menimpanya.

Meskipun kondisi SA hari ini lebih baik dari sebelumnya, ia menuturkan niatnya untuk tetap pindah sekolah. "SA tidak mau sekolah karena sudah malu dan takut. Katanya ingin pindah saja," kata Rauden.

Insiden pengusiran dari sekolah yang dinilai hanya kesalahpahaman saja oleh kepala sekolah SMP Budi Utomo ini telah membuat SAS trauma dan malu untuk bertemu dengan teman-temannya.

Pihak sekolah juga telah mengantarkan soal Ujian Tengah Semester (UTS) ke rumahnya agar SA tetap dapat mengikuti ujian. Penyerahan soal UTS ini dilakukan pada Kamis dan Jumat lalu. "Pihak sekolah sudah datang ke rumah untuk memberikan soal UTS, tapi SA tetap mengerjakan sendiri tanpa pendampingan," ungkapnya.

Soal UTS yang diantarkan oleh pihak sekolah adalah mata pelajaran bidang studi Bahasa Indonesia serta Seni dan Budaya. Terkait dengan niatan SA untuk pindah ke sekolah lain, sudah diinformasikan kepada Dinas Pendidikan Kota Depok setelah diberikan jaminan bahwa korban tetap akan mendapatkan haknya untuk bersekolah.

Menurut Rauden, keputusan perpindahan sekolah tersebut akan diberikan pada hari ini. Sementara itu, soal UTS lainnya juga akan diberikan oleh pihak sekolah pada hari ini.

Yobelny Batubara, Staf Pengaduan dan Advokasi Komisi Nasional Perlindungan Anak, mengatakan korban ingin pindah sekolah karena situasi sekolah tidak mendukung. "Traumanya begitu besar," ungkap Belny. Ia juga mengatakan siap untuk membantu SA pindah sekolah.

Sementara itu, pelaku penculikan terhadap SA, Catur Sugiarto, hingga kini masih menjadi buronan kepolisian. Kepala Seksi Humas Kepolisian Resor Depok, Aiptu Bagus Suwardi, mengatakan tersangka masih belum tertangkap dan dalam pengejaran polisi.  Pelaku dikenal sebagai teman korban melalui sosial media. Ia juga seorang residivis yang mempunyai beberapa catatan kriminal.

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : Dewi Mardiani
1.250 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...