Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Palyja: Kebocoran Pipa Kebon Sirih Akibat Kendaraan Berat

Jumat, 12 Oktober 2012, 13:03 WIB
Komentar : 0
Palyja
Palyja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kebocoran pipa air bersih di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang terjadi Kamis (11/10) menurut Palyja,  kendaraan berat yang pada beberapa waktu terakhir sering lewat di wilayah tersebut. Hal itu disampaikan Kepala Komunikasi Korporasi dan Kegiatan Sosial PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) Meyritha Maryanie mengatakan

"Kami duga jika melihat lepasnya sambungan pipa itu karena ada tekanan berat dari beban di jalan kepada pipa di bawah tanah, apalagi karena ada truk besar menuju proyek yang sedang dibangun di kawasan tersebut," kata Meyritha, di Jakarta, Jumat.

Menurut Meyritha, Palyja kembali menemukan rembesan air ke atas permukaan jalan pada Kamis pagi (11/10) setelah sebelumnya pada Senin (8/10) terjadi kebocoran pipa primer 900mm yang rusak sepanjang sekitar 4 meter.

Palyja terpaksa menutup katup pasokan air bersih ke wilayah tersebut pada Kamis siang karena dikhawatirkan kebocoran menyebabkan banjir di jalan satu arah tersebut.

"Kami tutup aliran pukul 14:00 pada Kamis dan pada malamnya perbaikan pipa sudah selesai namun untuk saat ini kami mohon maaf kepada pengguna jalan karena ada penghalang di sisi kanan jalan tersebut untuk menghindari terjadinya kebocoran kembali," kata Meyritha.

Palyja telah melakukan pengecoran semen bagi ruang pipa tersebut agar kuat menahan beban dari kendaraan yang lewat di atas jalan. Sejumlah wilayah yang terkena dampak akibat pasokan air terhenti terdiri dari wilayah Kampung Bali, Kebon Sirih dan Cikini.

Sementara itu wilayah yang persediaan airnya menurun karena kebocoran tersebut antara lain Pasar Baru, Gambir, Kebon Kelapa, Petojo Selatan, Kartini, Karang Anyar, Maphar, Taman Sari, Tangki, Mangga Besar, Petojo Utara, Keagung, Ancol, Mangga Dua Selatan, dan Pademangan.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Salah satu di antara kalian tidak beriman sebelum ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: tetangganya) seperti mencintai diri sendiri. (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar