Friday, 7 Muharram 1436 / 31 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gangguan Wesel, KRL Menumpuk di Stasiun Depok Lama

Tuesday, 09 October 2012, 23:36 WIB
Komentar : 1
  Rangkaian gerbong kereta api listrik (KRL) khusus wanita memasuki Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (1/10).   (Aditya Pradana Putra/Republika)
Rangkaian gerbong kereta api listrik (KRL) khusus wanita memasuki Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (1/10). (Aditya Pradana Putra/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Perjalanan KRL menuju Bogor, Rabu (9/10) malam mengalami gangguan wesel antara Stasiun Cilebut dan Bojong Gede.

Akibat gangguan itu, sejumlah perjalanan kereta terhambat.

Dari pantauan ROL di stasiun Depok Lama, setidaknya tiga rangkaian Commuter Line menumpuk, menunggu giliran untuk melanjutkan perjalanan menuju Bogor.

"Kami mohon maaf, kereta belum bisa dijalankan, menunggu antrean di Citayam ke Bojong Gede," demikian pengumuman yang diumumkan pihak Stasiun Depok Lama.

Dewi, salah seorang penumpang mengaku telah menunggu lebih dari 40 menit.

"Di Stasiun Depok Lama ini sudah menunggu sekitar 40-50 menit. Kereta baru bisa jalan sekitar pukul 23.15. Tapi masih ada dua rangkaian kereta di belakang," ujar Dewi.

Hal yang sama juga terjadi di Stasiun Universitas Indonesia.

1 Oktober kemarin PT Kereta Api Indonesia menaikkan harga tiket Commuter Line sebesar Rp 2.000. Dengan kenaikan ini, masyarakat menuntut PT KAI meningkatkan fasilitas dan pelayanan.


Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...