Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Keluarga Alawy: Hukum FR Seumur Hidup

Senin, 01 Oktober 2012, 14:47 WIB
Komentar : 0
Istimewa
FR alias Doyok

REPUBLIKA.CO.ID, KEBAYORAN BARU -- Ayah Alawy Yusianto Putra, Taury Yusianto berharap FR dihukum seberat-beratnya karena telah menghilangkan nyawa orang lain. Hal ini disampaikan ayah Alawy Yusianto Putra, Taury Yusianto saat mendatangi Polres Jakarta Selatan beserta kuasa hukum keluarganya Ramdan Alamsyah dan kakak Alawy, Senin (1/10) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

"Saya berharap FR dihukum seberat-beratnya, dihukum seadil-adilnya untuk melegakan keluarga korban," kata Taury kepada wartawan di Polres Jakarta Selatan. Ia menambahkan jika bisa FR mendapat hukuman seumur hidup karena ia telah menghilangkan nyawa anaknya.

Ramdan mengatakan pihak keluarga Alawy akan terus memantau penyidikan yang dilakukan Kepolisian. Seperti kedatangannya pada hari ini ke Polres bertujuan untuk memantau perkembangan peradilan FR. "Kami tidak menutup kemungkinan untuk adanya pertemuan kedua belah pihak dan mengadakan mediasi, tapi hukum tetap harus ditegakkan," ujar Ramdan.

Ia menambahkan pihaknya mengharapkan mediasi yang lebih luas tidak hanya antarkeluarga tapi antarsekolah SMAN 70 dan SMAN 6. "Kami juga berharap tidak hanya FR, tapi sekolah juga mendapat hukuman," ujar Ramdan.

Ia mengatakan SMAN 70 tidak dapat mempertahankan kualitasnya sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). "Kami berharap status RSBI-nya dicabut," tegas Ramdan. Hal ini dimaksudkan untuk memberi efek jera dan contoh bagi sekolah lain. "Jangan sampai dibiarkan begitu saja," ujarnya.

Reporter : Lida Puspaningtyas
Redaktur : Djibril Muhammad
6.875 reads
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Hardy Senin, 1 Oktober 2012, 20:08
jadi ingat komentar salah satu tv swasta yang menyatakan kalau rohis itu salah satu cikal bakal teroris. lah yang tawuran dan pastinya bukan rohis, disebut apa mareka?ckckkc...
  rusli Senin, 1 Oktober 2012, 16:56
setujuuuu bangat...agar petinggi elit yang bersekolah di situ...sadar akan tanggung jawabnya...bukan main tembak-bunuh orang...hukum bunuh/sesuai syariat islam lebih baik....nyawa di balas nyawa untuk efek jera....
  fathon Senin, 1 Oktober 2012, 16:15
setuju memang harus setimpal ganjaran apa yang dia perbuat karena itu perbuatan preman, bukan pelajar. masa pelajar tampangnya aja sudah kayak preman. kepada pengacaranya jangan terlalu berlebihan membelanya ingat kalo posisi anak anda yang di gitukan ????
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...