Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

SMAN 70 Gelar Tabur Bunga

Senin, 01 Oktober 2012, 13:08 WIB
Komentar : 0
Republika/Yogi Ardhi
Kepala Sekolah SMAN 70, Saksono Liliek

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Siswa SMAN 70 Jakarta beserta para guru dan orang tua murid melakukan upacara bendera setengah tiang pada hari 'pertama' kembali ke sekolah, Senin (1/10) di lapangan SMAN 70. Hari ini diisi oleh aksi bela sungkawa yang merupakan momentum khusus pasca kematian Alawy Yusianto Putra, siswa SMAN 6 Jakarta yang terseret bentrok hingga dibacok oleh FR.

Momentum ini adalah aksi perdamaian untuk menghentikan bentrok tawuran yang kerap terjadi antara SMAN 70 dan SMAN 6. Tak hanya upacara bendera setengah tiang, siswa, guru dan orang tua murid pun menabur bunga di tempat tewasnya Alawy, di perempatan Bulungan pada Senin (1/10) pagi.

"Ini adalah salah satu upaya agar tawuran tidak terjadi lagi, terlebih dengan adanya support penuh dan wejangan-wejangan yang diberikan oleh kementerian dan pemerintahan daerah," kata Kepala Sekolah SMAN 70, Saksono Liliek kepada Republika, Senin (1/10).

Liliek menambahkan akan melakukan program-program untuk mendekatkan para siswa SMAN 70 dan SMAN 6. "Program lebih real adalah program mendekatkan osis SMAN 70 dan SMAN 6 juga menata ulang sistemnya," kata dia. Liliek sendiri menanggapi akan menata kembali segala bentuk kegiatan siswa pasca kejadian ini. "Kita tata lagi," kata dia.

Setelah melakukan upacara bendera setengah tiang dan tabur bunga, para siswa, guru dan orang tua murid SMAN 70 juga membagikan bunga kepada siswa SMAN 6 untuk mengucapkan rasa berbela sungkawa karena tewasnya Alawy di insiden Bulungan, Senin (24/9) siang lalu.

Reporter : Lida Puspaningtyas
Redaktur : Hafidz Muftisany
930 reads
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda