Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Warga mengisi jeriken dengan air yang mereka ambil dari Sungai Cipamingkis di Desa Sirnajati, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Warga mengisi jeriken dengan air yang mereka ambil dari Sungai Cipamingkis di Desa Sirnajati, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Warga mengisi ember dengan air yang mereka ambil dari Sungai Cipamingkis di Desa Sirnajati, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Anak-anak mengangkut jeriken berisi air yang mereka ambil dari Sungai Cipamingkis di Desa Sirnajati, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Warga mengangkut jeriken berisi air yang mereka ambil dari Sungai Cipamingkis di Desa Sirnajati, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Warga mengangkut jeriken berisi air yang mereka ambil dari Sungai Cipamingkis di Desa Sirnajati, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

In Picture: Puncak Kemarau Melanda Pulau Jawa

Kamis, 30 Agustus 2012, 23:40 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,Kemarau panjang menyebabkan kekeringan melanda sejumlah daerah di Tanah Air, salah satunya yang mengalami kekeringan adalah Desa Sirnajati di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hampir seluruh wilayah di Pulau Jawa, memasuki puncak musim kemarau pada bulan Agustus ini dan diperkirakan akan berakhir pada bulan Oktober 2012 mendatang.

BMKG memprediksi berdasarkan penghitungan pola cuaca dan dampak perubahan iklim di Indonesia, maka pada tahun 2015 kondisi air di Pulau Jawa akan terus berkurang.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
2.691 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda