Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jumlah Dokter Puskesmas di Bogor Memprihatinkan

Wednesday, 29 August 2012, 18:02 WIB
Komentar : 0
Republika/Musiron
Salah satu Puskesmas di Bojonggede, Bogor.
Salah satu Puskesmas di Bojonggede, Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG – Jumlah Dokter yang bertugas melayani warga melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten Bogor sama sekali belum memadai.

Tercatat, dari total Puskesmas di Kabupaten Bogor sebanyak 103 Unit, dibutuhkan 298 dokter baik umum dan spesialis untuk menempatinya.

Namun faktanya, jumlah dokter yang bertugas di 40 Kecamatan hanya ada 209. Ini artinya, 89 dokter masih dibutuhkan untuk memenuhi standar pelayanan Puskesmas.

Khususnya, untuk Puskesmas yang berlokasi di daerah terpencil, jumlah dokter yang standby masih tak memenuhi standar.

Seperti Kecamatan Leuwiliang, Jasinga, dan Tenjo yang berada di wilayah paling Barat Kabupaten Bogor ini hanya memiliki satu dokter untuk siaga 24 jam.

Sehingga hal ini membuat kesehatan warga di daerah terpencil menjadi kurang terperhatikan.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Drg Tri Wahyu pada ROL, Rabu (29/8) pagi. Ia mengatakan, setiap Puskesmas sebetulnya memiliki dokter di setiap unitnya. Hanya saja, jumlah mereka masih belum memenuhi standarisasi.

"Misalnya yang di UPF (Unit Pelaksana Fungsional) harusnya ada dua, tapi cuma satu. Lalu di UPT ada empat, yang ada hanya tiga," ungkap Tri.

Ia menambahkan, memang jumlah dokter yang bertugas tersebut jauh dari cukup untuk melayani penduduk Kabupaten Bogor yang berjumlah 4,7 juta jiwa.








Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Chairul Akhmad
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...