Wednesday, 12 Jumadil Akhir 1436 / 01 April 2015
find us on : 
  Login |  Register

Foke: Berlebihan Jakarta Disebut Darurat Kebakaran

Sunday, 26 August 2012, 07:00 WIB
Komentar : 0
 Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api saat kebaran di pemukiman padat di Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (24/8). (Wihdan Hidayat/Republika)
Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api saat kebaran di pemukiman padat di Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (24/8). (Wihdan Hidayat/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musibah kebakaran banyak melanda kawasan DKI Jakarta dalam satu bulan belakangan. Menurut catatan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya), sejak 21 Juli hingga 20 Agustus terjadi 66 kasus kebakaran dengan berbagai macam penyebab.

Namun Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menolak jika DKI Jakarta disebut "Darurat Kebakaran". Menurutnya, hal itu berlebihan.

"Berlebihan jika Jakarta dijadikan darurat kebakaran, kan ada persyaratannya untuk menjadikan darurat," ungkapnya saat ditemui wartawan usai meninjau arus balik di Terminal Kampung Rambutan, Sabtu (25/8).

Terkait dengan isu kegiatan Pemilihan Umum Kepalda Daerah (Pilkada) DKI Jakarta memiliki kaitan dengan penyebab kebakaran, Foke menyerahkan sepenuhnya pada Kepolisian.

"Untuk Hasil sementara ini sepertinya karena arus pendek, kalau arus pendek itu kan penyebabnya penggunaan sarana dan prasarana kelistrikan yang tidak sesuai dengan standar dan tidak sesuai prosedur," jelasnya.

Menurutnya terjadinya aliran arus pendek listrik juga bisa disebabkan oleh keteledoran masyarakat.

"Kadang ada orang yang menumpukkan beberapa colokan ke satu terminal listrik, itu bisa gosong dan terbakar, jadi hal seperti itu yang perlu dipahami oleh warga," paparnya.

Reporter : mg06
Redaktur : Hazliansyah
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pentingnya Sosialisasi Empat Pilar Negara
JAKARTA -- Sosialisi empat pilar negara terus dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Terbaru, Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid melakukan sosialisasi tersebut di...