Ahad, 26 Agustus 2012, 07:00 WIB

Foke: Berlebihan Jakarta Disebut Darurat Kebakaran

Rep: mg06/ Red: Hazliansyah
 Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api saat kebaran di pemukiman padat di Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (24/8). (Wihdan Hidayat/Republika)
Petugas pemadam kebakaran mencoba memadamkan api saat kebaran di pemukiman padat di Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (24/8). (Wihdan Hidayat/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musibah kebakaran banyak melanda kawasan DKI Jakarta dalam satu bulan belakangan. Menurut catatan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya), sejak 21 Juli hingga 20 Agustus terjadi 66 kasus kebakaran dengan berbagai macam penyebab.

Namun Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menolak jika DKI Jakarta disebut "Darurat Kebakaran". Menurutnya, hal itu berlebihan.

"Berlebihan jika Jakarta dijadikan darurat kebakaran, kan ada persyaratannya untuk menjadikan darurat," ungkapnya saat ditemui wartawan usai meninjau arus balik di Terminal Kampung Rambutan, Sabtu (25/8).

Terkait dengan isu kegiatan Pemilihan Umum Kepalda Daerah (Pilkada) DKI Jakarta memiliki kaitan dengan penyebab kebakaran, Foke menyerahkan sepenuhnya pada Kepolisian.

"Untuk Hasil sementara ini sepertinya karena arus pendek, kalau arus pendek itu kan penyebabnya penggunaan sarana dan prasarana kelistrikan yang tidak sesuai dengan standar dan tidak sesuai prosedur," jelasnya.

Menurutnya terjadinya aliran arus pendek listrik juga bisa disebabkan oleh keteledoran masyarakat.

"Kadang ada orang yang menumpukkan beberapa colokan ke satu terminal listrik, itu bisa gosong dan terbakar, jadi hal seperti itu yang perlu dipahami oleh warga," paparnya.