Wednesday, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Lebih Laku, Pedagang Sayur di Bogor Beralih jadi Penjual Kurma

Monday, 23 July 2012, 12:54 WIB
Komentar : -1
Republika/Prayogi
Kurma
Kurma

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  Di bulan Ramadhan ini tidak sedikit pedagang sayur-mayur di kota Bogor mengganti dagangannya dengan kurma. Pemandangan ini ramai ditemukan di pasar Anyar, kota Bogor.

Dari pantauan Republika Senin (23/7) pagi, pedagang yang biasanya menjajakan sayur kini memilih berjualan atau menambahkan kurma dalam dagangannya.

Salam (28 tahun), pria yang telah berjualan sayur selama lima tahun di pasar Anyar ini mengaku selalu mengganti dagangannya di setiap Ramadhan. Menurutnya, komoditi yang biasa ia jual pada hari-hari biasa kalah bersaing dari kurma.

“Jagung keluarnya sedikit kalau puasa, jadi lebih baik dagang kurma saja, lebih laku,” ujar Salam pada Republika. Salam juga mengakui, dengan menjual kurma di bulan puasa penghasilan yang ia dapatkan juga berlipat.

Dari keterangannya, ada tiga jenis kurma yang ia dan kebanyakan pedagang lain jajakan di pasar Anyar. Diantaranya adalah kurma Madinah, Mesir dan Aljazair. Ia mendapat pasokan kurma-kurma tersebut dari pasar kurma di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ia menerangkan, jenis Madinah menjadi kurma yang paling mahal dengan harga Rp 35 ribu – Rp 39 ribu per Kilogram. Sedangkan untuk kurma Mesir lebih murah, yakni Rp 25 ribu- Rp 27 ribu per kilo.  “Kalau kurma Aljazair paling murah, saya jualnya per bungkus,” ucap Salam.

Hal ini juga dibenarkan oleh Aan (32 tahun). Pedagang kurma musiman yang satu ini mengaku kurma Aljazair adalah kurma yang paling digemari pembeli. Selain harganya yang terjangkau, rasanya pun lezat. “Perbungkus ada yang dijual Rp 10 ribu dan ada yang Rp 5 ribu,” ucap Aan.

Senada dengan Salam, Aan mengaku memilih berjualan kurma karena keuntungan yang menggiurkan. “Pokoknya laris saja, lumayan untuk THR-an,” ungkap Aan.

Para pedagang tersebut ada yang menerapkan sistem mengganti seluruh dagangan seperti yang dilakukan oleh Salam. Tapi tak sedikit yang selain berjualan kurma, tetap menjual dagangan sayurannya seperti yang Aan lakukan.


Reporter : Gilang Akbar Prambadi
Redaktur : Hazliansyah
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...