Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Gerbang SMAN 5 Depok Dirantai

Kamis, 05 Juli 2012, 19:19 WIB
Komentar : 2
SMAN 5 Depok, Jawa Barat
SMAN 5 Depok, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Pintu gerbang SMA Negeri 5 Kota Depok yang berada di lingkungan Kompleks Perumahan Bukit Rivaria Sawangan dirantai, sehingga menganggu proses penerimaan siswa baru. "Kami warga Rivaria tidak lagi mendapatkan jatah bina lingkungan," kata Ketua Ikatan Warga Rivaria (Iwari) Muhamad Fuad, di Depok, Kamis (5/7).

Aksi rantai gerbang sekolah yang dilakukan sejak pukul 02.00 WIB, Kamis dinihari itu telah menghambat aktivitas di sekolah tersebut. Banyak guru dan wali murid yang akan memastikan anaknya diterima di sekolah itu tidak bisa masuk karena pintu gerbangnya dirantai. Tetapi rantai tersebut akhirnya dibuka pada pukul 10.00 WIB. (7/5).

Iwari mengancam akan melakukan aksi pengelasan pintu gerbang sekolah dalam waktu dekat ini, jika tuntutan mereka tidak dikabulkan. Menurut dia, biasanya setiap tahun warga Perumahan Rivaria Sawangan mendapatkan jatah penerimaan peserta didik baru sebanyak 10 persen.

Namun untuk tahun 2012 ini, jatah bina lingkungan tersebut tidak berlaku lagi sejak diberlakukan Peraturan Wali Kota nomor 19 tahun 2012. "Sebelumnya diberi jatah 10 persen telah disepakati Disdik dan kepala sekolah terkait bina lingkungan," ujarnya.

Ia mengatakan, SMAN 5 sebenarnya telah masuk dalam fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) masyarakat. "Secara 'de facto' memang lahan fasos-fasum itu milik Rivaria, namun 'de jure' itu memang milik aset daerah," katanya.

Seharusnya, kata dia, bukan orang luar yang menikmati fasos- fasum itu, melainkan warga setempatlah yang seharusnya memiliki. Menurut Fuad, SMA Negeri 5 yang berdiri di lahan seluas 5.000 meter itu merupakan fasos-fasum dari Perumahan Rivaria. "Kami menuntut pihak Disdik Kota Depok agar pindah dari lokasi tersebut," katanya.

Ia mengancam jika jatah 10 persen untuk warga tidak dikabulkan, Dinas Pendidikan disilakan mencari tempat lain. "Dan kami akan meratakan sekolah tersebut," katanya.

Kepala SMA Negeri 5 Depok Dede Agus Suherman, mengatakan dirinya hanya menjalankan Perwali Nomor 19 tahun 2012. Dalam peraturan tersebut tidak disebutkan adanya jatah bina lingkungan, melainkan hanya ada jatah bagi siswa tidak mampu sebesar 20 persen dari kuota murid baru.

Dikatakannya, kuota siswa di SMA Negeri 5 bertambah karena ditolaknya siswa bina lingkungan. Jumlah siswa saat ini menjadi 311 dari sebelumnya 245, itu sudah termasuk kuota 20 persen dan siswa berprestasi.


Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...