Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tenang, Ada Pos Penukaran Uang Receh BI di PRJ

Tuesday, 03 July 2012, 16:23 WIB
Komentar : 2
Republika/Adhi
Pekan Raya Jakarta
Pekan Raya Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, KEMAYORAN--Bagi Anda yang sedang mencuci mata di Pekan Raya Jakarta dan bingung ingin berbelanja karena tidak memiliki pecahan uang kecil, tidak usah bingung.

Sebab kini ada pos penukaran uang yang sengaja disediakan oleh Tim Kas Keliling BI di PRJ, dan sudah siaga sejak 'Pasar Malam' ini dibuka. Pos penukaran uang ini bisa dengan mudah Anda temukan di Hall A 2.

Kasir Dua Pengelolaan Uang Keluar Bank Indonesia Agus Taufik, mengatakan setiap harinya menyediakan uang pecahan sebesar Rp 550 juta untuk penukaran. ''Itu terdiri dari uang logam dan uang kertas,'' tutur Agus kepada Republika, beberapa hari yang lalu.

Agus menuturkan antusias pengunjung sangatlah tinggi. Pihaknya pun kadang merasa kewalahan melayani nasabah penukaran uang ini. Sebab, selalu saja ada antrean yang tak kunjung putus.

Untuk pecahan uang logam, yang tersedia yaitu Rp 500 dan Rp 1.000. Sedangkan untuk uang kertas, yaitu mulai dari Rp 2.000 hingga Rp20 ribu.

Ungkap Agus, pihaknya memiliki trik tersendiri untuk menyiasati ramainya orang yang ingin menukarkan uang.

Tim kas BI keliling melalui Petugas Pengamanan BI (PAMBI), membagikan 100 nomor antre pertama ketika mulai buka loket pukul 14.00 WIB. ''Tidak kesemuanya kami bagi,'' ujar Agus. Kemudian setelah itu, dilanjutkan kembali pembagian nomor antrean sesi berikutnya.

Hal ini pun, masih dibatasi lagi. Lanjut Agus, jadi setiap penukar masing-masing hanya dibolehkan mendapatkan satu pak uang kertas dan uang logam. ''Ingin tutup hanya buat shalat saja pada protes,'' ucap Agus.

Bagi Anda pengunjung yang ingin menukarkan uang pecahan kecil, jangan khawatir besar nominal penukaran tidak sesuai dengan nominal yang Anda berikan. Sebab pihak BI sangat menjamin tidak akan ada kesalahan, pun tidak ada pengenaan biaya penukarannya.

''Bahkan uang yang robek saja (yang ditukarkan oleh pengunjung) kita ambil, tukar dengan pecahan yang baru,'' tegas Agus.

Reporter : Alicia Saqina
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hampir Sama dengan Sistem Pesawat, Pengemudi Truk Ini Bisa 'Selonjoran'
WASHINGTON DC -- Truk biasanya digunakan untuk mengantar barang jarak jauh. Kelelahan selalu menjadi kendala dari pengemudi truk. Akan hal itu Mercedes-Benz menciptakan...