Saturday, 29 Muharram 1436 / 22 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Polda: FBR dan PP Saling Unjuk Kekuatan

Thursday, 28 June 2012, 20:47 WIB
Komentar : 1
Antara
 Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto

REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI-Polda Metro Jaya mengatakan ormas Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Pemuda Pancasila (PP) kerap bentrok.

Bentrokan kedua ormas ini di Tangsel dan Kota Tangerang ini kembali pecah pada Rabu (27/6) hingga Kamis (28/6). Dalam peristiwa bentrok kali ini, satu orang dari anggota FBR tewas terkena bacokan ditubuhnya. 

Sedangkan satu rumah rusak, dua mobil dibakar, satu unit motor dibakar yang merupakan milik salah satu pengurus PP Kota Tangerang. Tidak hanya itu satu posko PP juga dirusak. 

''Beberapa kejadian bentrok yang dulu sampai sekarang, perkaranya sepele dan ada salah paham. Ini ada rivalitas dan unjuk kekuasaan, dimunculkan dengan pasang bendera, dirikan posko. Masing-masing buat simbol-simbol di lapangan, ini wilayah kekuasaannya,'' jelas Kombes Pol Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/6).

Nah, akibat kesalahpahaman itu, lanjutnya, ada rivalitas karena ingin menunjukkan siapa yang paling berkuasa di daerah tersebut, lalu muncullah bentrokan. ''Sehingga ada benturan di lapangan, akhirnya dihancurkan poskonya kalau tidak ada orangnya, kalau ada orangnya ini dikeroyok, ini jelas tidak sehat dan sangat mengganggu ketentraman masyarakat,'' tuturnya.

Reporter : Rusdy Nurdiansyah
Redaktur : Hafidz Muftisany
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: "Berilah aku nasihat!" Beliau menjawab: "Jangan marah" Orang itu berulangkali meminta supaya dirinya dinasihati, maka Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Jangan marah!" (HR. Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI: Masyarakat tak Perlu Cari Tahu dan Observasi Terkait Ritual Seks
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan pada dasarnya seks bebas adalah perbuatan yang haram. Terutama ketika...