Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Terpental Akibat Mesin Meledak, Karyawan Torabika Tewas

Monday, 25 June 2012, 15:14 WIB
Komentar : 3
www.free-extras.com
Kopi. Ilustrasi
Kopi. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID TANGERANG - Seorang karyawan pabrik PT Torabika, yang terletak di KM 12, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, tewas akibat satu unit mesin pemanas pembuat kopi dan krim meledak.

"Iya, tadi ada seorang karyawan PT Torabika yang dirujuk ke sini dengan kondisi sudah tidak bernyawa," kata Humas RS Mulya Insani Eka Rini di Tangerang, Senin.

Karyawan naas bernama Dedik Gunardi tiba di Rumah Sakit Mulya Insani pada pukul 08.00 WIB. Kondisinya sangat memprihatinkan.

"Keterangan yang kita peroleh, korban terpental akibat mesin meledak dan bagian kepalanya membentur tembok sehingga mengalami luka serius sehingga langsung meninggal di lokasi," katanya.

Korban berada di RS, hanya beberapa saat, dan petugas medis hanya memeriksa kondisi jantung korban. Setelah diyakini tidak bernyawa, jasad Dedik langsung dibawa pulang.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto secara terpisah membenarkan kejadian tersebut, dan pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Untuk keterangan lebih lengkap belum bisa diberikan karena petugas masih mengumpulkan data terkait adanya korban dan penyebab ledakan," katanya.


Pantauan lapangan menyebutkan, akibat ledakan tersebut bangunan pabrik PT Torabika mengalami kerusakan. Pada bagian tembok terlihat lubang berdiameter cukup besar.

Berdasarkan informasi, ledakan tersebut juga menyebabkan beberapa karyawan perusahaan mengalami luka. Bagian keamanan perusahaan melarang para wartawan masuk ke areal pabrik untuk melakukan peliputan atas musibah tersebut.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata ‘huah’ (pada saat menguap), setan akan menertawakannya". (HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...