Sabtu, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Diduga Mayat Dibuang, Jembatan Panus Disisir

Rabu, 25 April 2012, 12:00 WIB
Komentar : 0
Antara
Pembunuhan (ilustrasi).
Pembunuhan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Mayat yang diduga korban pembunuhan dibuang ke sungai Ciliwung. Tepatnya ditengah jembatan Panus, Kelurahan Depok, Pancoran Mas.

Menurut kesaksian salah satu warga, dua orang pria dengan menggunakan sepeda motor jenis GL Pro, terlihat membawa karung berwarna putih. Lalu membuang karung tersebut ke sungai, dari jembatan setinggi 30 meter tersebut. 

"Sekitar jam delapan tadi pagi, gak tahu isinya apaan," kata saksi Hendar, Rabu (25/4)

Melihat aksi mencurigakan dari pria bermotor tersebut. Hendar mencoba menanyakan isi dalam karung. "Tapi orang itu langsung kabur," kata Hendra.

Dari aksi buru-buru tersebut, terlihat beberapa bercak darah yang masih menempel dibahu jembatan, dan dibagian aspal jembatan. "Ini darah manusia, eksekusi baru," kata Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Pancoran Mas, Agus Salim.

Sampai berita ini diturunkan, terlihat beberapa personel kepolisian masih melakukan olah TKP. Dan belum mengangkat karung yang berisi mayat tersebut dari sungai yang dalamnya diperkirakan mencapai 4,5 meter

Reporter : Bambang Noroyono
Redaktur : Hafidz Muftisany
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka."((Hujuraat 49:11) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...