Selasa, 1 Rabiul Awwal 1436 / 23 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tol Serpong-Cinere Ancam Gusur Rumah Warga

Rabu, 18 April 2012, 10:52 WIB
Komentar : 1
Republika/Rusdy Nurdiansyah
Penolakan warga atas jalan tol (ilustrasi)
Penolakan warga atas jalan tol (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIPUTAT - Sekitar 400 rumah di Komplek Pertanian Kelurahan Serua, Ciputat, Tangerang Selatan terancam digusur. Penggusuran terjadi karena adanya rencana pembangunan jalan tol Serpong-Cinere.

"Kami selaku warga cemas, patok-patok sudah mulai dipasang disejumlah titik, padahal tidak ada sosialisasi" ujar Tarno (60 tahun), Ketua RT. 002 Komplek Pertanian kepada media, Rabu (18/4).

Tarno mengatakan, dia sebelumnya sempat melihat surat yang dibawa oleh petugas, tapi bukan surat untuk pemasangan patok. Surat tersebut berasal dari Kelurahan yang ditujukan untuk RW setempat. Dia menduga, ada permainan dibalik pemasangan patok tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Catur (40 tahun), perwakilan warga yang menolak penggusuran rumah untuk pembuatan jalan tol. "Pemerintah harus bersosialisasi dulu pada warga sebelum melakukan pematokan," katanya. Warga setempat khawatir karena tidak ingin bernasib sama dengan masyarakat di Kelurahan Jombang yang perumahannya terkena pelebaran jalan. Warga menjadi korban spekulan yang menjual tanah mereka dengan harga murah.

Meski demikian, Catur menjelaskan bahwa warga dominan menolak penggusuran atas rumah mereka demi pembuatan jalan tol Serpong-Cinere. "Kami tidak mau dikorbankan," lanjutnya. Warga meminta jalur pembuatan jalan tol dibelokkan agar tidak mengenai perumahan mereka.

Reporter : Nora Azizah
Redaktur : Hafidz Muftisany
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengoperasian Ponsel Pintar Tanda Disentuh, Tertarik?
WASHINGTON DC -- Sejumlah ponsel kini memberi pilihan memberi perintah kepada smartphone hanya dengan meraba sekitar layar. Dengan kemajuan teknologi, sebentar lagi orang...