Jumat, 28 Muharram 1436 / 21 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pita Kuning, Identitas Geng Motor Sadis di Jakarta

Sabtu, 14 April 2012, 13:55 WIB
Komentar : 1
Geng motor, ilustrasi
Geng motor, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi sedang mengincar geng motor berpita kuning yang telah mengancam keselamatan masyarakat di ibu kota. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menuturkan beberapa orang pelaku dari geng motor menggunakan sebuah identitas yang sama yaitu dengan menggunakan pita berwarna kuning di lengan kiri.

"Mungkin makna dari pita warna kuning tersebut adalah sebagai tanda diantara mereka supaya saling mengenali mana kelompoknya, dan menghindari daerah dimana mereka berkuasa," ujar Rikwanto saat dihubungi oleh Republika, Sabtu (14/04).

Rikwanto menuturkan tanda tersebut memang biasa digunakan pada setiap gerakan yang hendak dilakukan sekelompok orang. Setiap pergerakan orang banyak, ujar Rikwanto, pasti memiliki  identitas sendiri. Beberapa unjuk rasa ada yang pakai ikat kepala atau jaket, bendera atau macam-macam

Rikwanto juga menjelaskan bahwa  aksi brutal yang dilakukan oleh geng motor di Jakarta baru-baru ini, tidak semua dilakukan oleh kelompok berpita berwarna kuning di lengan kirinya.

Aksi geng motor terkini telah menewaskan satu orang yaitu Anggi Darmawan (19 tahun) akibat pendarahan di otak. Beberapa orang lainnya yang terluka akibat terkena bacokan. Jenis kejahatan ini jarang--bila tak bisa dibilang tak pernah terjadi-- di Jakarta.

Banyak yang terheran-heran dan tak menyangka jika di Jakarta juga dapat terjadi aksi kejam seperti itu, hal tersebut pun diutarakan oleh Rikwanto yang menuturkan jika kepolisian masih menyelidiki kasus yang tidak biasanya itu.

Reporter : Nur Feby Rosiana
Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ahmad Jaeni: BBM Naik, Pelayanan untuk Anak Yatim tak Boleh Turun
JAKARTA -- Kenaikan bahan bakar minyak (bbm) disinyalir bisa membuat jumlah donasi terhadap anak yatim menurun. Ahmad Jaeni, SE pembina Rumah Yatim mengatakan,...