Senin , 08 May 2017, 14:19 WIB

Gelar Inovasi Teknologi Balitbangtan Kementan di Penas XV 2017

Red: Hazliansyah
Balitbangtan
Stan Balitbangtan Kementan di ajang PENAS XV
Stan Balitbangtan Kementan di ajang PENAS XV

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH -- Pameran Indoor Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS) XV Aceh dipadati pengunjung dari seluruh Indonesia. Setelah dibuka oleh Presiden Joko Widodo, peserta PENAS terkonsentrasi di dua wahana utama PENAS, yakni Gelar Teknologi dan Pameran Indoor.

Badan Litbang Pertanian Kementan, selain menjadi punggawa utama Gelar Teknologi dengan berbagai inovasi teknologi terbaru, juga menampilkan produk inovasi teknologi karya anak bangsa bersama Eselon 1 Kementan lain dalam Pameran Indoor.

Berbagai inovasi teknologi unggulan Badan Litbang Pertanian diantaranya Teknologi Budidaya Padi Jarwo Super, Teknologi Pascapanen dan Varietas Unggul Baru bawang merah, Varietas Jagung NASA 29, Pepaya Merah Delima, Pisang Tanjung, Buah Naga, berbagai jenis Sorgum lokal.

Selain itu jeruk lokal Sumatera Utara, Teknologi Pascapanen Cabai, produk Biofoam, Biosilica, dan diramaikan dengan teh gambir dan kopi gayo yang dapat langsung dicicipi oleh pengunjung.

Antusias pengunjung sangat terlihat pada stand inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian. Bukan hanya petani sebagai pelaku utama dalam aplikasi pertanian, pejabat daerah, pengusaha, penyuluh, mahasiswa dan masyarakat umum sangat tertarik dengan berdiskusi dengan infoguide untuk mengetahui lebih jauh.

Sebagian besar pejabat daerah (Kepala Dinas Pertanian) sangat tertarik dengan Teknologi Jarwo Super yang kebetulan pada tahun 2017 dikembangkan di daerahnya sebagai bagian dari Program Pengembangan Jarwo Super 10.000 ha di 10 provinsi.

Petani dari Kaltara tertarik dengan padi Inpara atau varietas yang cocok dikembangkan di lahan rawa pasang surut. Kelompok tani Bantaeng yang sangat tertarik dengan Teknologi pascapanen bawang merah di tengah produksi bawang merah yang melimpah yang tidak didukung dengan harga yang menguntungkan, dan baru mengetahui ada teknologi proses pengolahan minyak bawang merah.

Kelompok tani dari DIY yang telah lama mengembangkan bawang merah dengan teknologi TSS, tertarik dengan varietas unggul baru bawang merah. Begitu juga dengan Kelompok tani dari Tanjung Jabung Timur yang banyak diskusi pengalaman mereka dalam budidaya bawang merah.

Gapoktan Kalsel Kabupaten Tanjong tertarik dengan pisang Tanjung (tanpa jantung) yang identik dengan nama Kota dan pisang menjadi komoditas unggulan di wilayahnya. Petani integrator Aceh Utara tertarik dengan jagung NASA 29 sebagai pakan, setelah lama berhasil mengembangkan jagung manis.

Pengusaha yang tertarik dengan sorgum hingga berkembang diskusinya tentang sumber daya bahan baku bioetanol serta potensi bisnis pascapanen tanaman aren.

Sebagian besar petani, kelompok tani dan penangkar tertarik dengan varietas unggul padi dan bagaimana mendapatkan benihnya. Keramaian pengunjung terlihat yang mencicipi teh gambir dan kopi gayo yang masih asing bagi mereka yang beradal dari luar Aceh.

Momen PENAS ini menunjukkan bahwa masyarakat pertanian di Indonesia sangat haus akan informasi inovasi teknologi. Inovasi teknologi baru Badan Litbang Pertanian sangat dinanti oleh masyarakat pertanian untuk kemajuan pembangunan pertanian di berbagai wilayah di Indonesia.

Diseminasi penderasan informasi dan hilirisasi inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian melalui berbagai channel dan stakeholder perlu disetting dalam framework yang sinergis hingga terminal akhir kemanfaatan dan kesejahteraan masyarakat pertanian Indonesia.

"Sukses PENAS XV Tahun 2017 di Banda Aceh semoga inovasi yang digelar bermanfaat besar bagi kemajuan pertanian Indonesia," ungkap Kepala Balitbangtan, Dr. Muhammad Syakir, dalam keterangan tertulis, Senin (8/5).

Dr. Catur Hermanto, Kepala Balai Penelitian Sayuran sibuk menjelaskan pertanyaan petani yang tertarik dengan umbi mini kentang yang ditampilkan dalam kultur jaringan.

Teknologi pertanaman kentang dengan umbi mini ini menarik karena bisa membantu dalam perolehan bibit kentang konsumsi.