Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Wednesday, 8 Ramadhan 1439 / 23 May 2018

Polisi Temukan Kabel dan Kotak Kosong di Mobil Penyerang

Rabu 16 May 2018 13:59 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Personel penjinak bom mengenakan pakaian khusus saat akan melakukan penyisiran pascapenyerangan teroris di Polda Riau. Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5).

Personel penjinak bom mengenakan pakaian khusus saat akan melakukan penyisiran pascapenyerangan teroris di Polda Riau. Pekanbaru, Riau, Rabu (16/5).

Foto: Antara/FB Anggoro
Polisi belum bisa memastikan apakah material tersebut digunakan sebagai alat ledak.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Polisi menemukan rangkaian kabel dan kotak kosong dalam mobil minibus yang digunakan terduga teroris saat penyerangan Mapolda Riau, Rabu (16/5) pagi tadi. Kendati demikian, polisi belum bisa memastikan apakah material tersebut digunakan sebagai alat ledak atau bukan.

"Masih diperiksa (ada bom atau tidak), termasuk yang di kendaraan," jelas Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto, Rabu (16/5).

Hingga kini, polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap satu pengemudi mobil minibus warna putih yang pagi tadi menyerang Mapolda Riau. Sunarto menyebutkan, sopir tersebut kabur setelah sempat menerobos masuk gerbang samping Mapolda Riau.

"Pelaku tewas empat orang, kemudian pelaku yang diduga sopir masih dalam pengejaran. Satu mobil," kata Sunarto.

Berdasarkan kronologis yang disampaikan kepolisian, mobil mini van awalnya menurunkan sejumlah orang di halaman Mapolda Riau. Orang-orang itu kemudian melakukan penyerangan terhadap anggota kepolisian menggunakan senjata tajam jenis samurai.

Akibat penyerangan yang sempat dilakukan terduga teroris, dua polisi mengalami luka-luka. Keduanya, yakni anggota Propam Brigadir John Hendrik dengan luka di ibu jari kanan karena terkena ayunan samurai dan Anggota Bidkum Komisaris Farid Abdullah mengalami luka di belakang kepala.

"Kemudian sopir melarikan diri dengan kendaraan tersebut dan mengakibatkan anggota kami satu orang tertabrak dan akhirnya meninggal dunia atas nama Ipda Auzar," jelas Sunarto.

Selain itu, dua jurnalis juga mengalami luka setelah sempat tertabrak atau terserempet mobil yang digunakan terduga teroris. Keduanya adalah Ryan Rahmat dari TVOne yang mengalami luka lecet di pipi dan kaki, dan Ahmadi dari MNC mengalami sakit di pinggang

"Mereka dan anggota kami dua orang sementara dilakukan perawatan di RS Bhayangkara," katanya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES