Kamis , 07 Desember 2017, 15:34 WIB

BNN Akui Belum Maksimal Berantas Narkoba, Ini Kata Buwas

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andri Saubani
Republika/Prayogi
Kepala BNN Komjen Budi Waseso (kanan) menyampaikan pendapatnya disaksikan oleh Wakapolri periode 2004-2006 Komjen (purn) Adang Daradjatun dalam diskusi bertema Indonesia Darurat Narkoba dan Aksi Tes Urin Fraksi PKS di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12).
Kepala BNN Komjen Budi Waseso (kanan) menyampaikan pendapatnya disaksikan oleh Wakapolri periode 2004-2006 Komjen (purn) Adang Daradjatun dalam diskusi bertema Indonesia Darurat Narkoba dan Aksi Tes Urin Fraksi PKS di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengaku masih belum maksimal dalam pemberantasan narkoba yang dilakukan selama ini. Mulai dari alat yang dipakai yang cenderung ketinggalan zaman, hingga masyarakat yang terkesan sudah melakukan pembiaran.

"Memang pemberantasan tidak akan pernah selesai. Di kala pangsa pasarnya masih tetap berkembang, maka tidak akan bisa ada penyelesaian," kata Budi usai menjadi pembicara dalam diskusi publik di Kantor Fraksi PKS, di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (7/12).

Budi menilai, yang paling utama dalam penyelesaian narkoba antara lain bagaimana pencegahannya. Seperti apa yang dilakukan BNN yang kini lebih menekankan pencegahannya. "Syukur bisa hilang, kalau udah zero supply, mau besar-besaran pun nggak akan ada gunanya, tidak perlu lagi ada penindakan karena apa, nggak laku gitu ya," ujar pria yang akrab disapa Buwas.

Buwas menjelaskan, agar BNN tidak ketinggalan, BNN harus ikut berkembang dengan ancaman. Jika tidak didukung dengan kekuatan pendanaan, menurut Buwas, BNN akan kalah dengan jaringan pengedar narkoba. "Karena ini kan ancamannya negara ya dan berkaitan dengan generasi bangsa kita kedepan. Nah kita harus menangani dengan keseriusan," katanya.

Buwas hari ini, menjadi pembicara dalam diskusi publik berjudul Indonesia Darurat Narkoba di Kantor Fraksi PKS di Kompleks Parlemen Senayan. Selain itu kegiatan tersebut juga diakhiri dengan cek urine terhadap anggota, staf dan tenaga ahli di F-PKS.