Rabu , 06 Desember 2017, 19:31 WIB

Peneriak Massa 212 dengan 'Pocong Jalan' Akhirnya Minta Maaf

Rep: Fergi Nadira/ Red: Bilal Ramadhan
Republika/Mahmud Muhyidin
Ribuan umat Islam mengikuti reuni 212 di Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu (2/12).
Ribuan umat Islam mengikuti reuni 212 di Monumen Nasional, Jakarta, Sabtu (2/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah melalui berbagai desakan dari berbagai pihak Raden Evan Rizki Lakasana mendatangi ACTA untuk meminta permohonan maaf terkait unggahannya pada Live Instagram dengan meneriaki peserta alumni 212 dengan kata kotor tak senonoh. Hari ini Evan secara tertulis dan melalui konferensi pers meminta maaf kepada seluruh pihak karena telah membuat kegaduhan dunia maya dengan aksinya itu.

Wakil Ketua ACTA, Novel Bamukmin menerima permohonan maaf Evan yang didampingi Ibu dari Raden Evan dengan memaklumi pelaku penghina pembela Islam ini masih 19 tahun disebabkan sedang kesal karena terdampak macet akibat adanya reuni akbar 212 di wilayah Monas pada Sabtu (2/12) lalu.

"Sampai kami inapkan Evan ini karena rumahnya dikepung oleh umat Islam yang geram melihat video yang beredar luas di media sosial maupun Youtube dan WhatsApp," kata Novel pada jumpa pers ACTA, Rabu (6/12).

Berkenaan dengan hukum Islam menurut Novel, perbuatan Evan sangat fatal karena menghina pembela agama Islam dengan kata-kata kasar. ACTA memaklumi ketidakpahaman Evan yang baru memasuki kuliah di semester satu itu, bahwa perbuatannya menghina agama Islam sehingga mengancam keselamatannya sendiri.

"Meski banyak pengaduan ke saya, masih banyak yang tidak menerima semisal kata mereka enggak apa-apa kita maafkan tapi kita tonjok dulu," katanya. "Saya sudah menghapus video, yang view juga baru 20, saya tidak tahu ada yang memviralkan," kata Evan.

Meskipun begitu Evan menyesali perbuatannya yang sontak kesal karena tersendat perjalanannya akibat adanya reuni akbar 212. Evan merasa bersalah dan meminta maaf kepada Ibunya, umat muslim Indonesia dan dunia sebab perbuatannya murni kekhilafan dan ia berjanji tidak akan mengulangi hal ini.

Sebelumnya beredar luas video seorang anak di dalam mobil yang terdampak macet karena adanya aksi reuni 212 meneriaki para jamaah reuni 212 dengan kata 'pocong berjalan'. Unggahannya pun telah ia hapus, namun ada seseorang yang memviralkan video tersebut sehingga Evan mendapatkan ancaman dari berbagai pihak.