Kamis , 14 September 2017, 16:40 WIB

Polda Metro Belum Periksa Pihak RS Mitra Keluarga Kalideres

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani
Republika/ Wihdan Hidayat
Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Raden Prabowo Argo Yuwono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyatakan akan turut menyelidiki kematian bayi Tiara Debora Simanjorang. Kendati demikian, polisi belum melakukan pemeriksaan pada pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono berdalih polisi akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu. "Belum (diperiksa), kita cari klarifikasi dulu, nanti penyidikan," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/9).

Argo kembali menjelaskan, untuk kasus ini, polisi melakukan pelaporan model A. Artinya, pelaporan dilakukan sendiri oleh pihak kepolisian. "Untuk kasus RS Mitra dibuatkan laporan polisi oleh kepolisian karena ada beberapa berita di media online kemudian kepolisian inisiatif membuat laporan," jelas Argo.

Dari laporan itu, lanjut Argo, kemudian penyedik akan melakukan beberapa klarifikasi atau penyidikan. Klarifikasi yang akan dilakukan polisi menurut Argo terkait apa yang di laporkan, yakni mengenai penyebab meninggalnya Deborah. "Apakah SOP-nya kayak gimana. Kenapa tidak mau terima. Belum (juga) koordinasi dengan BPJS," lanjut Argo.

Sebelumnya, Debora dibawa kedua orang tuanya, Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat pada Ahad (3/9). Namun, karena keterbatasan biaya, orang tua Debora tidak bisa membayar uang muka perawatan Debora.

Upaya orang tua Debora menggunakan layanan BPJS Kesehatan pun tidak berhasil lantaran RS tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pihak RS Kalideres mengklaim telah memberikan perawatan semaksimal mungkin sembari mencarikan RS yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, Debora terlebih dahulu meninggal pada Ahad (3/9) pukul 10.00 WIB.