Selasa , 12 September 2017, 20:15 WIB

Soal Asma Dewi, Tamasya Al-Maidah: Kami tak Terkait Saracen

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah
Republika/Mabruroh
Kelompok penebar hate speech dan hoax di media sosial, Saracen, dipublikasikan dalam jumpa pers di Mabes Polri.
Kelompok penebar hate speech dan hoax di media sosial, Saracen, dipublikasikan dalam jumpa pers di Mabes Polri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tamasya Al-Maidah, Ketua Koordinator Tamasya Al Maidah 51, Ansufri Idrus Sambo, menegaskan pihaknya tidak ada kaitanya dengan kelompok yang diduga penyebar kebencian.

Ini dikatakan setelah salah satu anggotanya, Asma Dewi diduga oleh pihak kepolisian pernah mentransfer uang sebesar Rp 75 juta kepada kelompok Saracen. 

"Tamasya Al-Maidah tidak pernah berhubungan dengan Saracen itu saja prinsipnya. Adapun pribadi-pribadi yang berurusan dengan Al-Maidah itu tidak ada kaitanya dengan kami," kata Idrus, saat dihubungi oleh Republika.co.id, Selasa (12/9).

Idrus mengakui Asma Dewi merupakan salah satu anggota Tamasya Al-Maidah 51. Namun yang bersangkutan bukanlah koordinator atau pengambil kebijakan, melainkan hanya simpatisan. Menurut Idrus, Tamasyah Al-Maidah 51 bersifat Ad-Hoc dan hanya memiliki tiga pengurus saja. 

"Struktur cuma ada tiga, saya ketuanya, sekretarisnya Hasri Harahap dan Amien Rais sebagai ketua penasihat. Tapi karena ini gerakan terbuka jadi siapa pun boleh berkontribusi, termasuk Asma Dewi," kata Idrus.

Meski demikian, Idrus mengatakan, pihak Tamasya Al-Maidah tetap akan mendukung dan membela Asma Dewi, atas nama solidaritas. Dia menganggap Asma Dewi tengah dizalimi oleh penguasa yang sudah panik. Oleh karena itu, pada Kamis (14/9) mendatangkan, pihaknya akan memberikan pernyataan sikap, dan meluruskan semuanya. 

"Kalau kita setuju dengan demokrasi, maka tidak boleh ada pembungkaman-pembungkaman seperti itu," ujar Idrus.

Selain itu, Idrus juga mengkritisi pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian yang dianggapnya kurang fair. Kata Idrus, sebagai contoh ujaran kebencian secara terang-terangan yang dilakukan oleh politikus Nasdem, Victor Laiskodat, tidak kunjung diproses. Padahal, yang melaporkan Victor bukan hanya satu partai.