Senin , 11 September 2017, 16:34 WIB

Pemuda Muhammadiyah Harap Ada Aksi Nyata Presiden Lindungi KPK

Rep: Amri Amrullah/ Red: Andri Saubani
Antara/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Mensesneg Pratikno (kanan), bersiap memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9).
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Mensesneg Pratikno (kanan), bersiap memberi keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum, Faisal berharap ada aksi nyata Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melindungi KPK saat ini. Dengan demikian dukungan presiden terhadap KPK tidak sebatas seruan.

Pemuda Muhammadiyah tetap menyambut baik seruan Presiden Jokowi, untuk tetap menjaga KPK. "Akan tetapi bagi kami menjaga KPK jangan hanya berhenti pada kata seruan saja," kata Faisal, Senin (11/9).

Menurut Faisal, diperlukan keberpihakan otoritas Presiden untuk turun lakukan intervensi demi terwujudnya aksi nyata lindungi KPK. Ia berharap presiden jangan sampai alergi dengan tuduhan intervensi hukum, demi tegaknya kebenaran dalam mewujudkan keadilan.  "Jika langkah itu proporsional dan mendesak mengapa tidak dilakukan," terangnya.

Dari sekian deretan masalah yang dihadapi KPK secara kelembagaan saat ini, menurutnya yang mendesak dan ditunggu adalah soal Novel Baswedan. Dibutuhkan aksi nyata Presiden soal TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) terkait kasus penyiram penyidik KPK Novel Baswedan.

Sudah lima bulan pascapenyerangan dan teror terhadap Novel, hingga kini penyidik kepolisian belum mampu membuat kasus itu menjadi terang.  "Dengan dibentuknya TGPF harapan publik agar membuat kasus Novel terungkap siapa pelaku dan berikut dalangnya," jelasnya.

Bagi Pemuda Muhammadiyah, harapan dibentuknya TGPF oleh Presiden Jokowi adalah bentuk aksi nyata dari seruan yang presiden katakan, soal komitmen tetap menjaga dan melindungi KPK. Jika itu tidak dilakukan, menurutnya seruan Presiden untuk memperkuat KPK sama sekali tidak ada artinya.