Senin , 19 June 2017, 13:02 WIB

Kapolri Datangi KPK Terkait Kasus Novel Baswedan

Red: Nidia Zuraya
Republika/Rakhmawaty la'lang
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari ini, Senin (19/6), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian akan menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung KPK untuk membahas pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Direncanakan siang ini sekitar pukul 14.00 ada pertemuan Kapolri dengan Pimpinan KPK. Tentu kita berharap kerjasama KPK dengan Polri bisa diperkuat, termasuk upaya pengungkapan pelaku penyerangan Novel," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (19/6).

Pertemuan itu terjadi pasca pernyataan Novel kepada media luar negeri TIME yang menyatakan bahwa serangan itu terkait sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya. Novel juga menduga ada jenderal polisi yang terlibat karena setelah dua bulan peristiwa penyiraman itu terjadi, polisi belum juga menetapkan seorang tersangka.

"Kita harap konsentrasi Polri dan KPK adalah pada pengungkapan pelaku tersebut. Nanti akan dibicarakan juga apa langkah bersama yang dapat dilakukan untuk saling memperkuat penanganan perkara ini," tambah Febri.

Pertemuan itu juga tidak mengikutsertakan keluarga Novel. "Tidak ikut, (pertemuan) itu kan 'intern' antara Kapolri dan pimpinan KPK," kata kakak Novel, Taufik Baswedan saat dihubungi.

Hari ini adalah hari ke-69 pasca penyiraman air keras terhadap Novel Basedan pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya hingga mengenai matanya sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017.

Novel sudah menjalani operasi membran sel yang diharapkan dapat menumbuhkan selaput matanya yang rusak karena terkena air keras. Tekanan mata kanan Novel adalah 15 sedangkan mata kiri adalah 17 sehingga keduanya dikategorikan normal.

Dari tes melihat huruf dan angka, mata kanan telah dapat melihat huruf E besar dan huruf W dengan jelas. Novel juga sudah dapat melihat 2 baris angka tanpa alat bantu sedangkan mata kiri, penglihatan masih sangat terbatas dan buram.

Terkait pengungkapan pelaku penyerangan terhadap Novel, pada 10 Mei 2017 lalu, Polda Metro Jaya mengamankan seorang pria berinisial AL yang sempat dicurigai sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Novel tapi pada keesokan harinya, pria itu dibebaskan karena polisi mengedepankan asas praduga tidak bersalah. AL adalah petugas keamanan salah satu spa di wilayah Jakarta.

Selanjutnya pada 18 Mei 2017 lalu, Polda Metro Jaya juga mengamankan seorang pria bernama Miko yang diduga terlibat penyerangan Novel karena ia pernah membuat video di "youtube" yang menyampaikan bahwa ia merasa ditekan Novel Baswedan saat menjalani pemeriksaan kasus suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

Namun pada 19 Mei 2017, Miko dibebaskan karena penyidik memastikan Miko berada di luar Jakarta saat penyerangan terhadap Novel terjadi, dan hingga saat ini belum ada kemajuan berarti dari pengusutan perkara ini.

Sumber : Antara