Selasa , 09 May 2017, 19:40 WIB

BNPT Tanggulangi Radikalisme dan Terorisme Dunia Maya

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Andi Nur Aminah
Antara/Puspa Perwitasari
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menanggulangi propaganda radikalisme dan terorisme, termasuk di dunia maya. Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan lembaganya memiliki satuan tugas (satgas) yang khusus menanggulangi masalah radikalisme dan terorisme dari hulu hingga hilir.

"Propagadan terorisme di dunia maya sudah lama sekali, sehingga harus kita tangkal," ujarnya dalam APEC Workshop Streingthening Tourism Businnes Resilience Against The Impact Terorist Attack di Nusa Dua, Selasa (9/5).

Kelompok radikalisme terorisme, Suhardi mengatakan, merekrut anggotanya dengan berbagai cara, mulai dari bertemu langsung hingga melalui dunia maya. Pembaitan sekarang bisa dilakukan secara tatap muka langsung, juga dalam jaringan (daring).

Korban dari radikalisme terorisme ini bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak muda. Suhardi mencontohkan kasus keluarga akademisi (profesor) di mana pasangan suami istri ini memiliki anak berpendidikan tinggi namun sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Ini menunjukkan kalangan intelektual sekali pun tak lepas dari ancaman pengaruh paham ini.

BNPT, kata Suhardi bersinergi dengan berbagai lembaga di lingkungan kementerian atau lembaga untuk menanggulangi paham yang sedang berkembang di tengah masyarakat ini. Jumlah kerja sama pun ditingkatkan dari awalnya hanya 17 lembaga menjadi 31 lembaga.