Kamis , 19 October 2017, 19:51 WIB

Strategi Industri Otomotif Cina Soal Energi Alternatif

Red: Hiru Muhammad
EPA-EFE/ Wu Hong
Pengisian kendaraan mobil berbahan bakar listrik di luar sebuah apartemen di Beijing, China, 11 September 2017.
Pengisian kendaraan mobil berbahan bakar listrik di luar sebuah apartemen di Beijing, China, 11 September 2017.

REPUBLIKA.CO.ID BEIJING -- Rencana penguasan Cina untuk melarang penjualan kendaraan berbahan bakar konvensional mulai mendapat tanggapan positif dari kalangan industri setempat. 

Chongqing Changan, salah satu produsen otomotif Cina, berencana untuk menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar konvensional. Bahkan berusahaan tersebut akan menginvestasikan mudal 15,10 miliar dolar AS untuk memuluskan rencana yang disebut sebagai strategi energi terbarukan.

Rencana penguasan Cina itu sejalan dengan upaya sejumlah negara yang sedang mengembangkan teknologi baru bagi sistem bahan bakar baru bagi industri otomotif mereka. Cina juga telah menentapkan batas waktu tahun 2025 untuk menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar konvensional. Hal itu memaksa industri otomotif di negara tirai bambu tersebut untuk mengembangkan teknologi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. 

Kantor berita Xinuha belum lama ini yang mengutip keterangan pejabat setempat juga mengakui kebijakan itu akan menimblkan 'turbulensi' bagi industri otomotif di Cina karena mereka harus menyesuaikan diri. Volvo yang kini sahamnya dimiliki Zhejiang Geely juga dikabarkan akan menghentikan disain baru kendaraan berbahan bakar konvensional tahun 2019. 

Penguasa kota Paris, Prancis juga berencana melarang seluruh kendaraan berbahan bakar bensin maupun diesel lalu lalang di ibu kota Prancis itu pada 2030. Kebijakan itu sebagai upaya mendukung kebijakan penguasa pusat yang akan mendorong penggunaan kendaraan elektrik.

Penguasa kota Paris juga menyebutkan pemerintah pusat sudah mematok target 2040 untuk menghentikan beroperasinya kendaraan berbahan bakar fosil. "Ini bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurai efek rumah kaca," kata Christophe Najdovski, pejabat yang menangani masalah transportasi di kota Paris. 

Menurutnya, transportasi telah memberikan sumbangan besar bagi polusi udara. "Kami sudah merencanakan untuk meninggalkan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil pada 2030," katanya. 

Kota Paris selain akan menjadi tuan rumah pada olimpiade 2024, juga menjadi tempat penyelenggara penandatanganan pakta kesepakatan pencegahan pemanasan global. Diharapkan saat penyelenggaraan olimpiade mendatang kebijakan tersebut sudah mulai berjalan.  

Sumber : reuters