Rabu , 18 October 2017, 19:55 WIB

Di Cina Seluruh Kendaraan akan Berbahan Bakar Listrik

Red: Hiru Muhammad
EPA-EFE/ Wu Hong
Pengisian kendaraan mobil berbahan bakar listrik di luar sebuah apartemen di Beijing, China, 11 September 2017.
Pengisian kendaraan mobil berbahan bakar listrik di luar sebuah apartemen di Beijing, China, 11 September 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Seluruh kendaraan yang beroperasi di Cina diharapkan telah menggunakan bahan bakar listrik (EV) pada tahun 2030. Hal itu menyusul rencana penguasa Cina yang akan menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil.

Hal itu disampaikan Wang Chuanfu, pimpinan salah satu produsen kendaraan EV, menyebutkan seluruh kendaraan di Cina kelak akan menggunakan bahan bakar listrik (EV). Produksi EV di Cina diperkirakan menyentuh angka 1 juta unit pada tahun depan. Bahkan jumlahnya bisa mencapai tiga kali lipat hingga 3 juta unit pada tahun 2020.

Menurut Xu Heyi Rabu (18/10) pimpinan BAIC Group, produsen otomotif terkemuka Cina, hal itu melampaui  target  ambisi pemerintahnya yang mematok angka 3 juta unit EV pada tahun 2020. Bahkan pada 2025 produksi EV bisa mencapai 7 juta unit.

Menurut asosiasi industri otomotif Cina, hingga kuartal ketiga tahun ini saja negata tersebut sudah memproduksi 424 ribu kendaraan yang berpenggerak non BBM, termasuk jenis hybrid. Jumlah itu naik 40,2 persen dibanding periode yang sama tahun 2016.  "Kendaraan yang berbahan bakar energi terbarukan kian populer dan memiliki pasar sendiri, ini pasti," kata Xu.  

Kementerian industri dan informasi teknologi Cina menurut laman energylivenews telah meminta kalangan produsen otomotif  di negeri tirai bambu itu agar menjual sedikitnya 10 persen kendaraan dengan emisi rendah pada tahun 2019 dan 12 persen pada 2020.

Jika gagal mencapai kuota yang telah ditetapkan mereka dapat mengajukan kredit pinjaman atau terancam menghadapi denda yang jumlahnya tidak kecil. 

Sumber : reuters