Rabu , 30 September 2015, 17:14 WIB

Kahmi: Tak Perlu Minta Maaf pada PKI

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Ilham
 Soeharto dan G30S PKI
Soeharto dan G30S PKI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Pakar Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi), Musni Umar mengatakan, pada tahun 1948 banyak umat  Islam yang dibantai oleh PKI.

"Puluhan ribu orang dibantai PKI dari ulama maupun santri, baik dari NU maupun Muhammadiyah. Menjelang G 30 S PKI, Pemuda Rakyat dan wanita komunis melakukan pembunuhan masyarakat yang ideologinya berbeda dengan PKI, puncaknya tujuh jendral dibunuh PKI," katanya, Rabu, (30/9).

Akibat pembantaian yang dilakukan oleh PKI, masyarakat khususnya umat Islam dari  NU, Muhammadiyah, dan TNI melakukan aksi balas dendam. Jadi orang-orang PKI diburu, ditangkap, dipenjara, dan dibunuh.

"Dari fakta-fakta tersebut orang-orang PKI sudah melakukan tindakan zalim dan kejam sebelumnya, lalu mereka dibalas. Maka kita tak perlu minta maaf pada PKI," katanya.

Bayangkan saja, kata Musni, para jendral yang disiksa, dibunuh, lalu dimasukkan ke Lubang Buaya. Tindakan PKI itu dinilai kejam, karena itu tak perlu meminta maaf pada mereka.

"Kalau kita dan pemerintah meminta maaf pada PKI, maka mereka pasti meminta agar  PKI dihidupkan kembali. Saya yakin tujuannya ke sana."

Menurut Musni yang juga Pakar Sosiolog Universitas Ibnu Chaldun, ada informasi  banyak orang PKI yang bergerilya. Mereka sering mengadakan pertemuan maupun  konggres.