Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

KPK Telusuri Harta Gubernur Riau

Kamis 23 October 2014 09:25 WIB

Red: Taufik Rachman

Gubernur Riau non aktif Annas Maamun

Gubernur Riau non aktif Annas Maamun

Foto: Antara/Wahyu Putro

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi masih menelusuri dan mendata aset atau harta kekayaan Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun yang menjadi tersangka kasus dugaan suap alih fungsi lahan dan suap proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

"Ini merupakan hal yang selalu dilakukan KPK terhadap siapapun tersangka kasus korupsi yang ditangani," kata juru bicara KPK Johan Budi kepada Antara di Pekanbaru, Kamis (23/10).

Nantinya, demikian Johan, aset atau harta kekayaan yang ternyata setelah didata merupakan hasil dari kejahatan korupsi, maka akan disita untuk negara.

Namun, langkah yang pokok adalah penelusuran dan pendataan aset serta harta kekayaan ini dilakukan agar apabila sudah ada putusan pengadilan yang menyatakan terdakwa dikenakan ganti rugi atas perbuatannya, maka hal itu tentu tinggal direalisasikan saja.

"Karena sudah ada data berkaitan dengan aset dan harta kekayaan yang bersangkutan dan terdakwa harus melunasi putusan pengadilan itu," kata dia.

KPK menetapkan Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun dan seorang pengusaha perkebunan Gulat Medali Emas Manurung sebagai tersangka setelah tertangkap tangan di Jakarta.

Annas Maamun disangka sebagai penerima suap dengan sangkaan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan Gulat disangka sebagai pemberi suap dengan sangkaan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

KPK juga telah memeriksa 15 saksi dari pihak pejabat pemerintah pusat, pemda, dan pengusaha atau pihak swasta di Jakarta berkaitan dengan dua tersangka tersebut.

Sementara itu, penyidik KPK juga telah memeriksa delapan orang saksi di Pekanbaru untuk Annas Maamun, dua di antaranya adalah pegawai PT Anugerah Kelola Artha atas nama Andaya Sinaga dan Hendra Siahaan.

Selain itu, kata Johan Budi, di Pekanbaru penyidik juga memeriksa lima orang pegawai negeri sipil atau staf protokol Pemerintah Provinsi Riau masing-masing Ahmad Taufik, Said Putransyah, Piko Tempati, Fuadilazi dan Firman Hadi.

Selanjutnya, satu orang pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Riau yang menjabat sebagai Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau, Chairul Rizki.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Istana Ini Kini Menjadi Museum

Rabu , 24 January 2018, 09:15 WIB