Jumat, 5 Syawwal 1435 / 01 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kapolri Dukung Revisi Hukuman Paedofil

Jumat, 09 Mei 2014, 15:30 WIB
Komentar : 0
Republika/Aditya Pradana Putra
Kapolri Sutarman
Kapolri Sutarman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Polri, Jenderal Sutarman menyambut baik rencana pemerintah untuk membuat gerakan anti kekerasan seksual terhadap anak. Instrumen yang akan mendukungnya di antaranya instruksi presiden hingga revisi perundang-undangan.

Ia pun mendukung revisi hukuman yang dikenakan kepada pelaku kekerasan seksual.

"Dari aspek penegak hukum, polri sudah melakukan langkah-langkah tetapi masih ada penjatuhan hukuman minimal. Perangkat itu di revisi dalam UU, kejahatan hukumannya harus maksimal," katanya akhir pekan ini.

Ia mengatakan sangat berharap hukuman bisa dilakukan secara maksimal agar ada efek jera. Ia bahkan tak sungkan menyebutkan hukuman mati sebagai salah satu opsi.

"Ancaman hukuman pasal 82 UU 23/ 2002 itu maksimal 15 tahun, kalau bisa seumur hidup atau kalau bisa hukuman mati," katanya.

Selain revisi peraturan, ia juga mengatakan gerakan nasional anti kekerasan seksual harus pula didukung dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Ia juga mengharapkan keluarga atau orang-orang terdekat lebih peka dan segera melapor jika ada hal yang mencurigakan.

"Imbauan, pertama yang keluarganya yang putra putri kelainan, sakit di alat kelamin segera melapor ke kita, kita punya kemampuan mengungkap. Seperti JIS, kalau tidak dilaporkan tidak terungkap. Kedua, kepada keluarga dan masyarakat terus awasi putra putrinya pergi ke mana, perilakunya diawasi," katanya.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Julkifli Marbun
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
ISIS Luncurkan Video Ajakan Jihad
 JAKARTA -- Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS meluncurkan video dengan maksud meminta dukungan kepada warga Indoensia. Dalam video yang diunggah ke youtube tersebut,...

Berita Lainnya

Polisi Siapkan Cara Khusus Bagi Pelapor Korban Sodomi di JIS

Kak Seto Dalami Latar Belakang SY

Bakrieland Sanggah Terlibat Kasus Bupati Bogor