Thursday, 6 Muharram 1436 / 30 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

PTUN Batalkan Keppres Pengangkatan Hakim MK Patrialis

Monday, 23 December 2013, 20:15 WIB
Komentar : 0
Republika/Wihdan
Patrialis Akbar
Patrialis Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengadilan Tata Usaha Negara membatalkan Keppres Nomor 87/P Tahun 2013 yang berisi tentang pengangkatan jabatan hakim konstitusi Patrialis Akbar dan Maria Farida.

Putusan PTUN ini merupakan hasil dari gugatan yang diajukan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Indonesia Corruption Watch (ICW).

Putusan ini diketok oleh majelis hakim yang terdiri dari Teguh Satya Bhakti sebagai ketua majelis dan anggotanya Elizabeth IEHL Tobing dan I Nyoman Harnanta pada Senin (23/12).

Salah satu pengguggat, Erwin Natas, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin, mengatakan, Keppres pengangkatan Patrialis Akbar dan Maria Farida dibatalkan PTUN, sedangkan SK pemberhentian Maria Farida dan Ahmad Sodiki juga dibatalkan.

"Maria Farida dan Ahmad Sodiki masih sebagai hakim MK karena SK pemberhentian dibatalkan. Pengangkatan Patrialis cacat hukum," kata Erwin.

Menanggapi putusan ini, Hakim Konstitusi Patrialis Akbar akan mengajukan banding. "Demi kepentingan bangsa saya akan melakukan itu (banding)," kata Patrialis, saat ditanya wartawan atas putusan PTUN.

Menurut dia, putusan tersebut akan merugikan bangsa dan Mahkamah Konstitusi karena tidak bisa jalan karena Kepres pengangkatan tersebut bersama dengan Hakim Konstitusi Maria Farida."Kalau memang putusan PTUN merugikan bangsa kita, dan MK tidak bisa jalan,karena terganggu kondisi pemilu, satu-satunya jalan ya banding," jelasnya.

Patrialis mengatakan bahwa sebagai penggugat intervensi dirinya punya hak untuk banding, namun tergantung Maria Farida apakah juga ikut banding."Sebenarnya saya sendiri juga bisa kalau ingin banding, tapi sebagai satu kesatuan ya harus berbincang bersama ibu Maria," jelasnya.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Antara
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?((QS Ar Rahman))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Makna Sumpah Pemuda, Erick Yusuf: Ayo 'Action'
JAKARTA -- Tanggal 28 Oktober diperangati sebagai hari sumpah pemuda. Memaknai itu, Ustaz Erick Yusuf menilai pemuda Indonesia harus terus semangat dan bersatu. Erick...

Berita Lainnya

Ini Tahapan Kerugian Negara Rp 7,45 Triliun Dalam Century

KPK Akan Tolak Penundaan Penahanan Atut

Pemberantasan Korupsi Belum Menghasilkan Pemerintahan yang Baik