Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sidang Perdana Hambalang, Deddy Kusdinar Diharapkan Terbuka

Kamis, 07 November 2013, 07:25 WIB
Komentar : 3
Deddy Kusdinar
Deddy Kusdinar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang akan masuk dalam proses persidangan. Rencananya sidang perdana untuk tersangka Hambalang yaitu Deddy Kusdinar dengan agenda pembacaan dakwaan akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, mengatakan pihaknya sangat menunggu dengan adanya sidang perdana kasus Hambalang ini. Ia berharap Deddy Kusdinar akan terbuka dalam kasus ini.

"Pada sidang itu diharapkan tersangka akan menggunakan kesempatan untuk memberikan keterangan secara lebih terbuka untuk membongkar kasus secara lebih utuh," kata Bambang Widjojanto dalam pesan singkat kepada wartawan di KPK, Kamis (7/11).

Tokoh yang kerap disapa BW ini menambahkan persidangan ini akan menjadi proses awal dalam penuntasan kasus Hambalang. Pasalnya tim penyidik juga masih intensif melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk tersangka yang masih dalam proses penyidikan di KPK yaitu Andi Mallarangeng dan Teuku Bagus Mohammad Noor.

Sebelumnya KPK telah menahan dua tersangka dalam kasus ini adalah Deddy Kusdinar dan Andi Mallarangeng. Saat tim penyidik memutuskan penahanan Andi Mallarangeng di Rutan KPK usai pemeriksaannya sebagai tersangka, Deddy Kusdinar dipindahkan penahanannya ke Rutan Polres Jakarta Selatan sambil menunggu proses persidangan.

KPK juga menetapkan tersangka baru dalam kasus Hambalang ini dengan surat perintah penyidikan (sprindik) yang terbit pada Senin (4/11) lalu. Tersangka barunya adalah Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, Mahfud Suroso.

PT Dutasari Citralaras merupakan perusahaan subkontrak dari KSO Adhi Karya Wika dalam mengerjakan proyek Hambalang. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melansir kerugian negara dalam proyek bernilai Rp 1,25 triliun ini yaitu sebesar Rp 463,66 miliar.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Dewi Mardiani
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...

Berita Lainnya

Kasus Aktivis Greenpeace Mulai Disidangkan Mahkamah Maritim