Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Istri Piyu 'Padi' Terlibat? Ini Komentar Pengacara Vika

Jumat, 01 November 2013, 15:14 WIB
Komentar : 0
Antara/Arif Pribadi
 Garis Polisi (ilustrasi)
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI -- Kepolisian Daerah Metro Jaya sudah menetapkan tersangka wanita berinisial F terkait kasus perusakan dan penghancuran rumah Adiguna Sutowo di kawasan Jakarta Timur.

Tidak hanya polisi, pengacara Vika Dewayani, Syarifuddin Noor pun berpendapat sama bahwa pelakunya adalah wanita berinisial F. Namun, hingga kini wanita berinisial F tersebut masih disembunyikan identitas aslinya.

Tersiar kabar, F itu adalah Florence, istri gitaris Piyu 'Padi'. Tapi pihak kepolisian pun belum membenarkan hal itu. Syarifuddin mengakui, berita ini sangat simpang siur. ''Membingungkan,'' katanya, Jumat (1/11).

Syarifuddin juga tidak ingin berspekulasi. Ia hanya berkeyakinan pelakunya adalah wanita berinisial F. Syarifuddin mengatakan, ia akan memberi nasihat kepada Piyu terkait konferensi pers yang dilakukannya di media, beberapa waktu lalu. ''Kalau memang seperti itu, harusnya Piyu ajak istrinya keluar,'' kata dia.

Kedua, cobalah untuk bikin pernyataan yang jelas bahwa pelaku perusakan pada malam itu bukan istrinya yang melakukan. Syarifuddin mengatakan, ia belum tahu apakah istri Piyu lagi sakit atau lagi di luar negeri. ''Saya juga lihat konferensi persnya Piyu, kenapa tidak bersama istrinya?,'' kata dia.

Menurut Syarifuddin, kedatangan istri Piyu setidaknya membuat masalah menjadi jelas. Dan kalaupun bukan istri Piyu yang melakukan, setidaknya Piyu dan istri mendatangi Polda untuk membuat laporan.  ''Saya sih no comment,'' kata dia.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Fernan Rahadi
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal Gaza, Ini Harapan Warga Arab-Yahudi AS
NEW YORK -- Jejaring sosial bisa menjadi medium penuh hujatan, seperti terlihat saat pilpres di Indonesia dan terakhir di Amerika dengan memanasnya situasi...

Berita Lainnya

Usai Pemecatan Akil, Hakim MK Langsung Pilih Ketua Baru

MKH MK: Tak Ada Hakim Lain dalam Kasus Akil Mochtar

Ini Dia Daftar 'Dosa' Akil Mochtar Versi MKH MK