Senin, 27 Zulqaidah 1435 / 22 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

KPK Akan Periksa Ratu Atut

Rabu, 09 Oktober 2013, 13:14 WIB
Komentar : 4
Republika/ Yasin Habibi
Ratu Atut Chosiyah
Ratu Atut Chosiyah

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan memeriksa Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, terkait kasus sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak, Banten, menyusul penangkapan Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi, dan beberapa tersangka lainnya dalam kasus suap.

"Atut akan diperiksa penyidik KPK untuk dimintai keterangan," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, di Padang, Rabu.

KPK belum memastikan kapan persisnya akan memeriksa Wakil Bendahara Umum Partai Golkar ini.

"Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami sejauh mana keterlibatan Ratu Atut dalam kasus tersebut," kata dia.

Sejauh ini KPK masih terus melakukan pengembangan dan mendalami kasus tersebut. Meski demikian, KPK belum bisa memberikan kesimpulan apakah Ratu Atut terlibat atau tidak dalam kasus suap

KPK telah memberikan surat larangan berpergian keluar negeri kepada Ratu Atut. KPK memutuskan mencegah Atut demi kepentingan penyidikan.

"Jika sewaktu-waktu KPK membutuhkan keterangannya, yang bersangkutan tidak sedang berada di luar negeri," kata dia.



Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Ical: Chairunnisa Bela Partai Lain

KPK Periksa Calon Bupati Lebak Terkait Kasus Akil Mochtar