Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Jimly Sering Dengar Cerita 'Miring' Tentang Akil

Thursday, 03 October 2013, 15:58 WIB
Komentar : 5
Republika/Tahta Aidilla
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashidiqi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengaku sering mendengar cerita Akil Mochtar menerima imbalan dari kasus yang sedang ditangani.

"Saya sering mendengar omongan-omongan tentang dia (Akil), tapi kita tidak percaya karena waktu itu tidak ada buktinya," kata Jimly di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Kamis (3/10).

Insiden penangkapan Akil Mochtar oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu malam (3/10), membuat ia percaya karena dalam penangkapan tersebut ditemukan bukti-bukti uang dan pemberi suap.

"Dia menerima tamu (yang berkaitan dengan perkara) saja sudah melanggar etika, apalagi ini menerima uang," kata Jimly. Oleh karena itu dia mendesak agar MK segera membentuk Majelis Kehormatan untuk segera memberhentikan Akil Mochtar dari jabatannya sebagai Ketua MK karena telah melanggar etika.

"Kalau Akil punya kesadaran, dia seharusnya mengundurkan diri tanpa menunggu diberhentikan. Tapi kita tidak bisa mengandalkan pada kesadaran diri manusia, harus ada sistem yang bekerja," kata Jimly.

Pembentukan Majelis Kehormatan, menurut Jimly, seharusnya juga tidak perlu terlalu lama dan bertele-tele, karena dari penangkapan KPK beserta bukti-buktinya sudah menjelaskan keterlibatan Akil sebagai Ketua MK.

"Satu hari pun bisa langsung rapat itu Majelis kehormatan. Pemberian sanksi etika harus jauh lebih sederhana mekanismenya dari proses hukum, jangan terlalu kaku," kata Ketua MK periode 2003 - 2008 itu.

Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...

Berita Lainnya

KPK Akui Tangkap Tangan Suami Walkot Tangsel

KPK Tangkap 2 Orang Lagi Terkait Akil untuk Kasus Lain

MK Serahkan Kasus Akil Mochtar ke KPK