Jumat, 28 Ramadhan 1435 / 25 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Diduga Ketua MK Terima Suap Rp 2 Miliar

Rabu, 02 Oktober 2013, 23:58 WIB
Komentar : 0
Republika/Edwin Dwi Putranto
Akil Mochtar
Akil Mochtar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MK, Akil Mochtar tertangkap tangan oleh KPK. Penangkapan itu diduga kuat lantaran Akil menerima suap.

Penasehat Senior Advisor on Justice Governance di Kemitraan (Partnership), Laode M Syarif memperkirakan, dugaan suap yang dilakukan Akil menyangkut kasus judicial review. Nilainya suapnya tak main-main, kabarnya Akil mendapat Rp 1-2 miliar.

"Satu dugaan suap lainnya tentang pemilukada," tutur Laode, Rabu (21/10) malam WIB.

Kepada ROL, Laode mengaku tidak menyangka menyangka atas tindakan yang dilakukan Akil. Padahal, mengingat rekam jejaknya yang sangat bagus mulai dari seorang pengacara, kemudian sebagai wakil rakyat. "Karena itu saya tidak menyangka Ketua MK tertangkap tangan," tutur Laode.

Sebelumnya KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) lima pelaku dugaan suap, Rabu (2/10) malam. Pelaku ditangkap di kawasan perumahan dinas menteri, di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Dugaan ini menyusul datangnya lima mobil penyidik KPK yang menggelandang sekitar lima orang pada pukul 21.50 WIB. Beberapa tim penyidik datang dengan mobil berlainan. Salah satu mobil adalah Avanza silver B 1811 UFU yang terlihat membawa seorang pria yang mengenakan kemeja berwarna putih dan kaca mata. Diduga kuat pria itu adalah Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Satu lainnya diketahui anggota DPR dari Fraksi Golkar berinisial CN.

Reporter : Maman Sudiaman
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

'Ketua MK Ditangkap KPK, Saatnya Menaikkan Bendera Setengah Tiang'

Pejabat yang Ditangkap KPK Diduga Ketua MK Akil Mochtar

KPK: Lima Orang Ditangkap, Dua di Antaranya Penyelenggara Negara