Thursday, 29 August 2013, 20:16 WIB

LHI: Bunda Putri 'Mengkondisikan' Para Pengambil Keputusan

Rep: Irfan Fitrat/ Red: Citra Listya Rini
Republika/Yasin Habibi
Luthfi Hasan Ishaaq
Luthfi Hasan Ishaaq

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosok Bunda Putri masih misterius setelah namanya terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi permohonan penambahan kuota impor daging sapi dengan terdakwa Ahmad Fathanah. Nama Bunda Putri muncul ketika Ridwan Hakim memberikan keterangan dalam persidangan.

Jaksa penuntut umum memutarkan rekaman pembicaraan antara Ridwan dengan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Perbincangan lewat telepon itu terjadi pada 28 Januari 2013. Saat itu, Ridwan tengah berada di tempat Bunda Putri. 

"Saya di rumah Bunda ini, lagi ngedengerin dia marah-marah," kata putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin itu.

Saat itu, Ridwan dan LHI terlibat pembicaraan mengenai penggantian posisi seseorang. Sempat muncul beberapa nama dalam rekaman tersebut, seperti Mahfudin yang digantikan oleh Wibi, kemudian Pak Tan. 

Setelah beberapa lama, Ridwan memberikan teleponnya kepada Bunda Putri. Sehingga LHI langsung berbicara dengan sosok wanita itu. Keduanya terlibat dalam perbincangan panjang.

Pada satu kesempatan, LHI sempat menggambarkan posisi Bunda Putri. Saat itu, keduanya tengah membicarakan mengenai orang bernama Pak Tan.

Ketika itu LHI berujar, "Maksud saya, kalau dia kan dianya decision maker-nya. Sementara Bunda (Putri) kan hanya untuk mengkondisikan para decision maker (pengambil keputusan)'. Kan kerjaannya lebih berat yang mengkondisikan decision maker daripada sang pengambil keputusan sendiri."

Ridwan membenarkan perbincangan itu. Namun, saat ditanya mengenai sejumlah nama yang ada dalam perbincangan itu, Ridwan mengaku tidak mengetahuinya.

Ketua majelis hakim Nawawi Pomolango sempat menanyakan mengenai nama Wibi, Pak Tan, Haji Susu, Mas Bud. Begitu pun ketika ditanya soal sosok Dipo yang akan bertemu dengan Bunda Putri. "Saya tidak tahu," kata dia.

Sementara itu, mengenai sosok Bunda Putri, Ridwan mengaku dia sebagai mentornya. Ridwan mengenal Bunda Putri sejak 2010. Ia mengaku berguru masalah bisnis dan mendapat informasi mengenai peluang usaha dari sosok Bunda Putri.

Setahu Ridwan, Bunda Putri merupakan pengusaha perkebunan pinang. Bunda Putri memiliki perkebunan di Kalimantan. Ridwan juga mengatakan, LHI mengenal sosok Bunda Putri dan beberapa kali keduanya bertemu.

Termasuk ketika Bunda Putri meminta LHI datang ke kediamannya untuk menjelaskan penangkapan Ahmad Fathanah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).