Senin, 27 Zulqaidah 1435 / 22 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kriminolog: Umumkan Pembunuh Sisca Yofie

Sabtu, 10 Agustus 2013, 19:44 WIB
Komentar : 3
facebook
Fransisca Yofie
Fransisca Yofie

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Aparat kepolisian Polrestabes Bandung dituntut mengumumkan pelaku utama pembunuhan seorang manajer finance, Sisca Yofie.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Mulyana W Kusumah mengatakan pengumuman terbuka penting untuk membuat percaya dengan kinerja polisi.

"Sejumlah alat bukti relevan dan saksi sudah ada," ujarnya di Jakarta, Sabtu (10/8).

Mulyana menduga pembunuhan sadis terhadap Sisca bukan pembunuhan aksidental (accidental killing). Namun peristiwa ini termasuk torture murder. "Dengan menyiksa secara fisik sebagai bentuk hukuman," ujarnya.

Mulyana mengatakan, aktor utama pembunuhan merencanakan  torture murder, dilatarbelakangi hubungan sosial yang buruk dengan korban. Puncaknya dengan mengeksekusi korban serbagai pelampiasan kemarahan laten.

“Ini gambaran kerentanan perempuan kelas menengah mandiri di kota besar, yang berpotensi menjadi korban  kekerasan."

Seperti diketahui, 4 hari sudah berlalu sejak Sisca Yofie ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah dekat indekosnya di kawasan Cipedes, Bandung. Hingga kini polisi masih belum bisa menemukan siapa dua pelaku yang menyeret tubuh Sisca ke aspal hingga tewas.

Redaktur : Hafidz Muftisany
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Jimly: Peraturan Pemilihan Hakim Konsitusi Harus Segera Dibuat