Tuesday, 3 Safar 1436 / 25 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Terdakwa Kasus Cebongan: Mereka Lecehkan Prajurit Komando

Wednesday, 24 July 2013, 13:54 WIB
Komentar : 3
Antara
Lima anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartasura terdakwa kasus Lapas Cebongan mendengarkan kesaksian dari Serda Sugeng Sumaryanto dalam sidang berkas 2 di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, Yogyakarta, Selasa (16/7). Dalam sidang berkas
Lima anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartasura terdakwa kasus Lapas Cebongan mendengarkan kesaksian dari Serda Sugeng Sumaryanto dalam sidang berkas 2 di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, Yogyakarta, Selasa (16/7). Dalam sidang berkas

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Sersan Dua Ikhmawan Suprapto, salah satu terdakwa dalam kasus Cebongan, diperiksa hari ini di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Rabu (24/7). Ia diminta untuk memberikan keterangan dalam peristiwa penyerangan tersebut.

Ketika ditanya oleh anggota majelis hakim terkait para preman yang telah menganiaya rekannya, Ikhmawan menilai mereka telah menantang dan melecehkan prajurit komando. "Penilaian terhadap preman itu sudah sangat keterlaluan, sudah membunuh kawan saya dan mencoba membunuh Sriyono. Menurut saya mereka menantang, melecehkan prajurit komando," kata Ikhmawan. 

Ia menambahkan, apabila mereka berani menantang prajurit komando, maka akan berani menganiaya masyarakat sipil. Hal tersebut membuatnya mengikuti ajakan Serda Ucok Tigor Simbolon untuk pergi ke Yogyakarta. 

Dalam aksinya, Ikhmawan hanya berperan sebagai pengemudi mobil Avanza warna biru milik Ucok. Ketika peristiwa penyerangan Lapas Klas 2B Sleman terjadi, ia mengaku sedang beristirahat di dalam mobil dan tidak ikut masuk ke dalam lapas.

Selain itu, Oditur Militer, Budiharto, juga menghadirkan barang bukti penyerangan. Antara lain foto mobil avanza warna biru, BPKB mobil avanza warna biru, foto senjata api AK47, dan foto butir peluru dan selongsong. "Yang dihadirkan fotocopi surat karena yang asli melekat pada berkas," kata Budiharto.

Sersan Dua Ikhmawan Suprapto terjerat pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHP dan subsider dijerat Pasal 338 KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHP. Lebih subsider dierat dengan Pasal 351 (1) jo ayat (3) KUHP jo Pasal 56 ke-2 KUHP. 

Pasal 340 KUHP mengatur tentang pembunuhan berencana. Sementara Pasal 338 tentang pembunuhan, Pasal 351 tentang penganiayaan, dan Pasal 103 KUHP Militer tentang perbuatan tidak mentaati perintah atasan. Dalam persidangan pemeriksaan terdakwa, dihadirkan pula terdakwa Ucok, Sugeng, dan Kodik sebagai saksi.

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : Mansyur Faqih
Siapa yang mengambil hak orang lain walau sejengkal tanah akan dikalungkan hingga tujuh petala bumi(HR Bukhori-Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Baru 10 Persen Tergarap, Wisata Lombok Masih Kalah Dari Bali
JAKARTA -- Lombok memang sudah menjadi destinasi wisata tersohor di Indonesia. Akan tetapi Lombok masih kalah tenar dengan tempat wisata yang ada di...

Berita Lainnya

Mau Jadi Kapolri, Harta Kapolda Bali Susut pada 2012

Pesan Kapolri untuk FPI: Ini Bulan Puasa, Jangan Main Hakim Sendiri