Wednesday, 3 Syawwal 1435 / 30 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sutrisno Bachir Benarkan Ada Aliran Dana Alkes ke Rekeningnya

Thursday, 20 June 2013, 19:03 WIB
Komentar : 0
Republika/Sakir
Ketua Umum KB PII Sutrisno Bachir (kiri)
Ketua Umum KB PII Sutrisno Bachir (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Sutrisno Bachir mengakui ada korupsi dana proyek korupsi pengadaan alat kesehatan untuk flu burung tahun 2006-2007 di Kementerian Kesehatan dengan terdakwa Ratna Dewi Umar.

"Saya baru tahu ada uang yang masuk dari Yuri ke saya sebanyak dua kali setelah menjadi saksi di KPK, ada dua kali transfer," kata Sutrisno Bachir saat menjadi saksi dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis.

Transfer pertama adalah sebesar Rp 225 juta ke rekening pribadi Sutrisno dan transfer ke dua adalah sebesar Rp 1,2 miliar ke rekening PT Selaras Inti Internasional milik Sutrisno Bachir
.
Sedangkan Yuri yang dimaksud adalah Yurida Adlani yang merupakan adik sepupu istri Sutrisno yang bekerja di Sutrisno Bachir Foundation.

"Setelah ada pemeriksaan di KPK saya tanya ke direksi uang itu untuk apa, katanya uang itu untuk mengembalikan pinjaman Nuki ke kami," ungkap Sutrisno.

Nuki yang dimaksud adalah Nuki Syahrun yang merupakan adik istri Sutrisno yang bekerja sebagai Ketua Sutrisno Bachir Foundation. "Pinjaman itu katanya sekitar Rp 3 miliar, tapi saya tidak tahu uang tersebut dikirimkan ke rekening saya karena keluar masuk uang ditangani oleh 'board of directors', ada empat direksi yang mengelola bisnis saya," tambah Sutrisno.

Ia mengaku bahwa keluar masuk uang adalah hal yang biasa. "Kalau uangnya mungkin masih ada di rekening, tapi saya tidak tahu kalau uang itu berasal dari pengadaan alat kesehatan," jelas Sutrisno.

Saat didesak hakim yang mengatakan bahwa dalam berita acara pemeriksaan KPK Sutrisno mengaku bahwa uang itu untuk investasi dan bukan pengembalian utang, Sutrisno mengaku lupa.

"Pada waktu itu saya mengakui uang untuk investasi tapi kalau sekarang saya lupa, tapi kalau memang di BAP adalah investasi ya memang seperti itu," tambah Sutrisno.

Dalam perkara ini, mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar didakwa merugikan keuangan negara Rp50,47 miliar.

Ia didakwa merugikan keuangan negara berdasarkan pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dalam dakwaan juga disebut dalam dakwaan melakukan perbuatan pidana bersama-sama dengan Ratna yaitu pada kegiatan pengadaan alat kesehatan wabah flu burung (pengadaan pertama).

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap((HR Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
JK, Terpilih Wapres Biasa Saja, Anak dan Cucu Sedih
JAKARTA -- JAKARTA -- Jusuf Kalla sudah diumumkan secara resmi oleh KPU sebagai cawapres terpilih 2014-2019 pada tanggal 22 Juli kemarin. Ini menjadi kali...

Berita Lainnya

Mantan Vokalis The Fly Ditangkap Karena Narkoba

Luthfi Menolak Operasi Wasir, Pilih Pengobatan Salep

Ditanya Soal Proyek Depkes, Soetrisno Bachir: Enggak Ngerti