Thursday, 4 Syawwal 1435 / 31 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Wakapolda: Jaringan Teroris Masih Ada di Tasikmalaya

Tuesday, 14 May 2013, 13:59 WIB
Komentar : 1
stjosephpost.com
Garis Polisi (ilustrasi)
Garis Polisi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,TASIKMALAYA--Wakil Kapolda Jabar, Brigjen Pol Ricko Amelza Dahniel menduga jaringan teroris masih berada di wilayah Tasikmalaya setelah insiden pelemparan bom rakitan ke pos polisi Jalan Mitra Batik, Kota Tasikmalaya, Senin (13/5) malam.

"Di Tasik kemungkinan pasti ada, kita serahkan ke Reserse, Reskrim, Densus untuk mengungkap semua jaringan," kata Ricko di Tasikmalaya, Selasa.

Dia berharap upaya kepolisian dalam mengungkap jaringan teroris dapat bersama-sama dilakukan dengan semua lapisan masyarakat untuk selalu waspada terhadap orang yang mencurigakan.

Ia mengingatkan, masyarakat jika melihat orang tinggal di suatu kontrakan atau kos-kosan tidak bergaul dan tampak mencurigakan sebaiknya dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat.

"Masyarakat apabila melihat ada orang dicurigai tinggal di satu kontrakan, kos-kosan tidak mau bergaul terus laki-laki semua, identitasnya disamarkan untuk segera dilaporkan," katanya.

Imbauan pejabat Polri tingkat Jabar itu setelah adanya beberapa serangan teror di beberapa tempat di wilayah hukum Polda Jabar.

Terakhir pelaku pelemparan yang diketahui identitasnya berinisial SL, salah satu jaringan teroris di Jawa Barat dan pernah tinggal di Bandung.

Seorang eksekutor pelemparan bom rakitan itu berhasil ditembak mati oleh anggota Satuan Polisi Lalu Lintas Polresta Tasikmalaya karena melakukan perlawanan dan melukai salah seorang anggota polisi dengan golok.

Jasad tersangka selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri di Bandung untuk dilakukan otopsi dalam pengembangan lebih lanjut.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

Berita Lainnya

Kuasa Hukum Djoko Buka Opsi Banding