Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Djoko Susilo Belum Tahu Daftar Sita Kekayaannya'

Jumat, 22 Maret 2013, 00:13 WIB
Komentar : 0
Rumah milik mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo di Perumahan Harvestland, Kuta,Bali,Senin (18/3). (Republika/Ahmad Baraas)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara Djoko Susilo, Tommy Sihotang, mengatakan kliennya belum ditunjukkan daftar sita harta kekayaannya dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Daftar yang disita saja belum ditunjukkan, bagaimana dia mau menanggapinya. Mungkin pafa pemeriksaan berikutnya," kata Tommy di gedung KPK Jakarta, Kamis (21/3). Dia mengatakan dalam pemeriksaan kliennya Kamis ini tidak ada materi pertanyaan terkait aset Djoko. Pemeriksaan hanya menyangkut mekanisme semacam riwayat hidup dan identitas serta belum mendalam.

Tommy juga membantah adanya aset milik kliennya di luar negeri seperti di Australia, Hong Kong, dan Singapura. Dia pun tidak mau menanggapi terkait aset Djoko yang diatasnamakan istri-istrinya. "Tidak tahu lah karena kita belum mengurusi istrinya. Itu urusan pribadi, bagi media penting, tapi bagi kami tidak. Itu bukan tugas kami," ujarnya.

Sebelumnya, KPK mengatakan bahwa Djoko tidak menjawab ketika penyidik menanyakan harta yang bersangkutan. Hal ini terkait dengan proses penyidikan TPPU yang disangkakan KPK terhadap mantan Kepala Korlantas Mabes Polri itu. Sejak tanggal 14 Februari sampai 18 Maret 2013, KPK telah menyita aset Djoko berupa 15 tanah beserta bangunannya, tiga Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), empat mobil, dan enam bus.

KPK menerapkan pasal pencucian uang terhadap Djoko Susilo yang juga tersangka dugaan korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat tahun anggaran 2011. KPK menduga ada praktik pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi oleh Djoko Susilo terkait dengan simulator.

Redaktur : Dewi Mardiani
Sumber : Antara
1.085 reads
Barang siapa yang memperhatikan kepentingan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kepentingannya. Dan barangsiapa yang menutupi kejelekan orang lain maka Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat. ((HR Bukhari-Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...