Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Polisi Khawatir Ganggu Kegiatan Ibas

Kamis, 21 Maret 2013, 18:53 WIB
Komentar : 0
Republika/Adhi W
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi mengaku khawatir mengganggu kegiatan Edhie Baskoro (Ibas) jika pemanggilannya sebagai saksi pelapor tidak dikoordinasikan terlebih dahulu. Selain khawatir mengganggu kegiatan, pemanggilan tanpa kordinasi akan membuat Ibas tidak datang.

Penyidik Polda Metro Jaya akan kordinasi Ibas kapan bisa dipanggil dalam kaitan pemeriksaan berita acara. ''Kita sesuaikan waktunya, khawatir kegiatannya akan terganggu atau tidak bisa memenuhi pemanggilan,'' Ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Kamis (21/3)

Untuk pemanggilan Yulianis, Rikwanto mengatakan, akan melayangkan pemanggilan sesuai hukum, dan melewati prosedur-prosedur yang ada. Namun belum direncanakan. Rikwanto juga mengatakan, harus kordinasi untuk waktunya. Pihak kepolisian mengutamakan pelapor untuk pemeriksaan, serta saksi dan pengumpulan barang bukti. ''Segera kita panggil, Nanti yang bersangkutan Y baru kita panggil selaku terlapor,''

Saat ini, pihak kepolisian akan mencari bukti-bukti yang lainnya. Untuk bukti sekarang, baru dari kumpulan pernyataan yang ada di media massa saja. Menurut Rikwanto, dalam laporan yang dibuat Ibas, hanya Yulianis yang sebagai terlapor. Tidak ada terlapor yang lain.

Sebelumnya, Ibas melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SKP) Polda Metro Jaya, sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (20/3). Dalam laporannya, Ibas keberatan atas penyataan Yulianis di salah satu media massa nasional (16/3) yang menyatakan dirinya telah menerima uang sebesar 200 ribu dolar AS di Kongres Partai Demokrat, 2010.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Dewi Mardiani
2.239 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

KPK Bisa Jerat 'Isteri Muda' Djoko Susilo