Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ahmad Fathanah Beli Toyota Prado Jazuli Juwaini

Kamis, 21 Maret 2013, 14:11 WIB
Komentar : 0
Republika/Bilal Ramadhan
Mobil milik Ahmad Fathanah yang disita KPK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Ahmad Fathanah.

Dalam pemeriksaan, Jazuli ditanyakan seputar mobil Toyota  Prado yang dijual ke Ahmad Fathanah masih atas namanya. "Tahun lalu saya jual pada Ahmad Fathanah, ternyata masih atas nama saya," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Jazuli Juwaini yang ditemui usai pemeriksaan di KPK, Jakarta, Kamis (21/3).

 

Jazuli diperiksa selama tiga jam. Ia selesai diperiksa dan keluar dari gedung KPK, Jakarta, pada pukul 13.10 WIB. Jazuli mengatakan, penyidik KPK mengonfirmasi mengenai pemilik mobil tersebut. Penyidik juga menanyakan bagaimana dia membeli mobil tersebut dan sampai berpindah tangan ke Ahmad Fathanah.

Ia menjelaskan, membeli mobil itu di salah satu showroom saat masih mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Banten. Mobil itu akan digunakan untuk ia berkampanye dalam Pemilukada Banten. Dia membeli mobil dengan cara kredit seharga Rp 900 juta.

Ia juga mengklaim, ketika itu, telah memasukkan mobil itu ke dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Usai Pemilukada, Jazuli pun pun terpaksa menjual mobilnya di show room tempat membelinya. Setelah itu, Ahmad Fathanah membeli mobil tersebut.

"Akhirnya saya jual saja kepada beliau, sekitar Rp 600 juta pada Agustus 2012," jelas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurutnya kasus jual beli mobil ini tidak berkaitan dengan kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian yang juga menjerat Ahmad Fathanah. ia mengaku tidak ada pertanyaan penyidik terkait kasus itu kepadanya.

"Nggak ada urusannya sama kuota. Hanya itu yg ditanya, hanya mobil, nggak ada soal kuota," tegasnya.

 

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
997 reads
Sebaik-baik menjenguk orang sakit adalah berdiri sebentar (tidak berlama-lama) dan ta'ziah (melayat ke rumah duka) cukup sekali saja.((HR. Ad-Dailami))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

PDIP: Pasal Kejahatan Gaib Bisa Memobilisasi Kebencian