Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

KPK Diminta Konfrontasi Ibas dengan Yulianis

Kamis, 21 Maret 2013, 11:56 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Aidilla
Secretary General of Democratic Party, Edhie Baskoro Yudhoyono or known as Ibas, announces his resignation on Thursday. (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera Indra berharap KPK bertindak cepat merespons tudingan suap yang menimpa Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Menurut dia, pernyataan mantan direktur Keuangan Permai Group yang menyebut Ibas pernah menerima uang  200 ribu dolar AS terkait proyek Hambalang harus ditelusuri lebih jauh.

Dia menilai, pernyataan Yulianis telah menjadi polemik publik yang merugikan Ibas. "KPK harus menelusuri apakah yang disampaikan Yulianis benar atau tidak," kata Indra kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).

 

Indra menyatakan, pascapernyataan Yulianis, opini negatif telah mengarah ke Ibas. Menurutnya, kekisruhan ini harus segera di verifikasi KPK dengan mengkonfrontir Yulianis dan Ibas. Hal ini menjadi penting agar publik memiliki pemahaman yang utuh tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Sehingga Ibas juga tidak tersandera," ujarnya. Indra mengatakan, laporan Ibas ke Polda Metrojaya merupakan hal wajar. Pasalnya, setiap warga negara berhak mengadu ke polisi bila merasa nama baiknya dicemarkan.

Kendati begitu, Indra pribadi berpendapat mestinya Ibas tidak terburu-buru mengambil langkah hukum. Alih-alih ingin memulihkan nama baik, laporan Ibas ke Polda Metrojaya bukan tak mungkin malah menjadi blunder. "Jangan sampai laporan Ibas menjadi blunder buat dirinya sendiri," katanya.

 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.555 reads
Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Polisi Ringkus Eksekutor Pembunuhan di Bandara

Sesmenpora 'Ngacir' Pascaserahkan Surat Mangkir ke KPK