Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

IPW: Jangan Tanggapi Laporan Ibas

Kamis, 21 Maret 2013, 10:06 WIB
Komentar : 0
Republika/Tahta Adilla
Ketua Prisidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Police Watch (IPW) meminta Polda Metrojaya tidak perlu menanggapi aduan Edhie Baskoro Yudhoyono ke Polda Metrojaya soal pencemaran nama baik.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menjelaskan, citra polisi di mata publik akan tercemar karena bakal mengganggu masalah inti yang berada di KPK.

 

"Sebab pokok pangkal persoalannya adalah kasus dugaan korupsi Wisma Atlet dan Hambalang yang saat ini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Ketua IPW Neta S Pane di Jakarta, Kamis (21/3).

Ibas melaporkan Yulianis ke Polda Metrojaya, Rabu (20/3). Yulianis adalah saksi kunci dalam kasus korupsi Wisma Atlet. Dia adalah orang kepercayaan tersangka Nazaruddin yang mengatur struktur keuangan Grup Permai milik mantan bendahara DPP Partai Demokrat itu.

"Selain itu, dalam BAP, Yulianis juga mengakui telah mengirim uang ke sejumlah pihak atas perintah bosnya. Jadi, apa yang diungkapkan Julianis adalah kapasitasnya sebagai saksi di KPK," kata Neta. IPW mendesak Polri tidak perlu menindaklanjuti laporan itu sampai kasusnya di KPK jelas.

Jika tetap ngotot menangani pengaduan Ibas, Neta menudiingi Polri telah melakukan tiga hal negatif. Pertama, Polri bisa dianggap sudah mengkriminalisasi saksi kunci KPK. Kedua, Polri bisa dinilai ingin ikut campur dalam kasus korupsi yang sedang ditangani KPK.

Ketiga, Polri bisa dinilai telah diperalat pihak tertentu untuk membungkam saksi kunci KPK dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang. "Ini diduga melibatkan banyak pihak."

 

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Antara
1.467 reads
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Selidiki Kematian Anggota Kopassus, Polisi Temukan Bukti Baru di Hugos Cafe