Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Selidiki Kematian Anggota Kopassus, Polisi Temukan Bukti Baru di Hugos Cafe

Kamis, 21 Maret 2013, 09:07 WIB
Komentar : 0
www.123rf.com
Korban meninggal dunia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim Forensik Polda DIY masih berupaya mengumpulkan sejumlah barang bukti baru di lokasi tewasnya anggota kopassus TNI AD, Sertu Santoso (31) di Hugos Cafe pada Selasa (19/3) lalu.

Kamis (21/3), serpihan kaca yang diduga pecahan botol minuman yang digunakan membunuh korban, kembali ditemukan.

Sebelumnya, Santoso dinyatakan tewas setelah dikeroyok dan ditikam pisau pada dada kirinya oleh sekelompok orang yang salah satunya diduga merupakan mantan anggota polisi. Sejauh ini polisi telah mengamankan empat orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Subdit Kamneg, Dit Reskrimum Polda DIY, AKBP Juhandani Raharjo Puro mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan menyisir seluruh titik di lokasi kejadian. Hasilnya, serpihan kaca yang dari pecahan botol yang digunakan pelaku untuk memukul kepala korban masih berserakan.

"Itu akan kami jadikan barang bukti untuk melengkapi berkas penyidikan terhadap empat pelaku," kata Juhandani.

Selain memeriksa para tersangka, polisi juga telah memanggil beberapa saksi yang merupakan teman korban dan pengunjung cafe yang saat ini berada dilokasi kejadian. Berdasarkan hasil penyidikan tersebut, pemicu bentrok tersebut dikarenakan terjadi senggolan antara korban dan tersangka.

Dir Reskrimum Polda DIY, Kombespol Kris Erlangga Aji Widjaja sebelumnya menegaskan, dalam penuntasan kasus ini, pihaknya juga dibantu oleh Kodim 0732 Sleman dan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta. Namun, sejauh ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan intensif.

Reporter : Andi Ikhbal
Redaktur : Heri Ruslan
1.192 reads
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...