Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Mantan Korlantas Polri Serahkan Catatan Keuangan ke KPK

Rabu, 20 Maret 2013, 22:47 WIB
Komentar : 0
antara
Kasus Simulator SIM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepada penyidik KPK, Kompol Legimo, saksi untuk tersangka Irjen Djoko Susilo, mengaku sudah menyerahkan catatan keuangan saat masih menjabat sebagai Bendahara Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Legimo diperiksaa sebagai saksi Irjen Djoko Susilo dalam kasus dugaan korupsi proyek Simulator SIM Roda 2 (R2) dan Roda 4 (R4). "Sudah saya serahkan semua," kata Kompol Legimo yang ditemui usai pemeriksaan di KPK, Jakarta, Rabu (20/3).

Legimo diperiksa penyidik KPK selama sebelas jam. Ditemani Inu, kuasa hukumnya, Legimo selesai diperiksa dan keluar dari Gedung KPK pada pukul 21.00 WIB.

Kepada para wartawan, Legimo mengatakan seluruh catatan keuangan selama ia menjabat sebagai Bendahara Korlantas Polri sudah diserahkan kepada KPK. Ia membantah ada catatan keuangan yang baru diserahkan kepada KPk.

Legimo juga membantah dugaan sejumlah pertemuan antara Irjen Djoko Susilo dengan beberapa anggota DPR.  Ia juga mengaku tidak tahu ada pengeluaran uang dari Korlantas Polri kepada sejumlah anggota DPR yang dicatat di catatan keuangannya. "Tidak tahu (ada pertemuan). Normatif saja lah saya," ucapnya.

Inu, kuasa hukum Legimo, mengatakan pemeriksaan kliennya masih seputar kasus yang menjerat mantan Kepala Korlantas Polri itu. "Tadi ada delapan pertanyaan," ujar Inu menjelaskan.

Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun ROL, Kompol Legimo menyerahkan data baru berupa catatan keuangan saat menjabat sebagai Bendahara Korlantas Polri. Catatan keuangan tersebut, diduga berisi data-data pengeluaran aliran uang ke sejumlah anggota DPR.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Karta Raharja Ucu
1.068 reads
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

Kompolnas Yakin Ibas Tak Lari dari Hukum

KPK: RUU KUHAP Jangan Bertentangan Dengan UU KPK