Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Usai Laporkan Yulianis, Ibas Siap Dipanggil KPK

Rabu, 20 Maret 2013, 18:17 WIB
Komentar : 0
Anggota FPD Edhie Baskoro Yudhoyono meninggalkan ruangan Fraksi Partai Dmeokrat di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta, Kamis (14/2). (Republika/ Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas menegaskan, siap untuk dipanggil dan memberikan keterangan kepada KPK jika instansi tersebut telah memiliki fakta hukum.

Ibas merasa pemberitaan media merugikan terkait penerimaan uang di Kongres Partai Demokrat, Bandung, pada 2010. "Jika KPK telah memiliki fakta hukum terkait pemberitaan tentang saya. Saya siap, sekali lagi, saya setiap saat siap,'' Kata Ibas di Polda Metrojaya, Rabu (20/3)

Ibas datang ke Polda Metrojaya untuk melaporkan Yulianis mengenai pemberitaan dirinya di salah satu surat kabar Nasional 16 Maret 2013. Menurut keterangan Yulianis, Ibas menerima uang sebesar 200 ribu US Dollar di Kongres Partai Demokrat di Bandung.

''Dari pemberitaan tersebut, saya ingin mengulangi kalau berita itu tidak benar,'' ujar Ibas

Menurut Ibas, pemberitaan ini telah mencemarkan nama baiknya dan berdampak negatif terhadap sejumlah pihak, di antaranya ayahnya yang sedang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia serta KPK ''Pandangan publik seakan KPK tidak melakukan respon,'' kata Ibas.

Ibas mengharapkan,  masyarakat tidak dibingungkan oleh pemberitaan tentang dirinya yang tidak didukung dengan fakta dengan adanya pengaduan ini. ''Cenderung pada fitnah,'' kata Ibas.

Dia berharap agar pihak kepolisian mengambil langkah hukum terkait pemberitaan yang tidak sesuai fakta tersebut. Ibas mengaku tidak pernah menerima uang seperti yang dikatakan Yulianis.  ''Saya pun tidak kenal dengan Yulianis."

 

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
2.333 reads
Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

BNN Akan Rehabilitasi Petugas Lapas Kecanduan Narkoba

Yusril: Hukum Adat Sumber Hukum Nasional

Budaya Suka Menerima Suburkan Korupsi