Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ada 200 Juta Transaksi Internasional Lewat Australia

Rabu, 20 Maret 2013, 10:12 WIB
Komentar : 0
Transaksi valas -ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Australia merupakan negara pertama yang memberlakukan International Fund Transfer Instruction (IFTI).

Indonesia lewat Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun mencontoh prinsip IFTI dari Negeri Kanguru.

Mantan kepala PPATK Yunus Husein menjelaskan, Australian Transaction Report and Analysis Center (Austrac) - PPATK di Australia - sangat aktif untuk memantau aliran dana luar negeri. 

"Setiap tahun rata-rata ada 200 juta transaksi,"ungkap Yunus   dalam seminar 'Menyongsong Pemberlakuan Pelaporan Transaksi Keuangan Transfer Dana dari dan Keluar Negeri' di Jakarta, Rabu (20/3).

Dia pun memiliki pengalaman soal mengejar aset korupsi di Australia ketika masih menjabat sebagai Kepala PPATK.

Saat itu, ungkap Yunus, ada aset Hendra Rahardja yang harus dikejar berupa uang berkisar 634 ribu dollar Australia. "Kita waktu itu kerjasama dengan Australia dengan IFTI,"jelasnya.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
634 reads
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong. ((QS. Al-Baqarah [2]:107))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

PPATK Contek Australia untuk Sistem Pelacakan Transaksi Internasional

PPATK Mulai Telusuri Transaksi Mencurigakan Luar Negeri